Malang, Bhirawa – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan Universitas Brawijaya (FBiPK UB) terus memperluas jejaring internasional melalui penjajakan kerja sama pendidikan dan penelitian bersama Kasetsart University, Thailand. Kolaborasi strategis ini difokuskan pada penguatan riset berbasis genetika dan genomik tanaman guna menjawab tantangan krisis iklim global.
Pertemuan akademik yang berlangsung di Ruang Balai Senat Gedung Sentral FBiPK Lantai 6 tersebut dihadiri langsung jajaran pimpinan fakultas, antara lain Wakil Dekan Bidang Akademik Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.P., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.P., Ketua Senat Akademik Prof. Ir. Arifin Noor Sugiharto, M.Sc., Ph.D., serta para mahasiswa Departemen Ilmu Pertanian.
Sementara itu, delegasi asal Negeri Gajah Putih diwakili oleh pakar agronomi dari Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Kasetsart University, Dr. Paradee Thammapichai dan Dr. Ramida Krumsri.
Wakil Dekan Bidang Akademik FBiPK UB, Prof. Dr. Afifuddin Latif Adiredjo menuturkan, kemitraan global ini penting untuk menghasilkan dampak nyata bagi perkembangan sains dan teknologi di bidang pertanian.
”Kolaborasi internasional merupakan langkah konkret mendorong mutu pendidikan dan riset di FBiPK UB. Lewat inisiasi ini, kami membidik riset aplikatif bidang genetika dan genomik tanaman agar melahirkan varietas unggul yang menjawab persoalan riil di lapangan,” terang Prof. Afifuddin di sela-sela kegiatan.
Agenda pertemuan dikemas lewat Focus Group Discussion (FGD) bersama jajaran dosen dan peneliti Laboratorium Pemuliaan Tanaman. Diskusi ilmiah menitikberatkan integrasi bioteknologi dan genomik modern untuk mempercepat identifikasi sifat genetik unggul, merakit varietas yang adaptif cuaca ekstrem, serta efisiensi pemuliaan tanaman.
Selain riset bersama dan target publikasi di jurnal bereputasi global, kerja sama lintas negara ini dirancang membuka ruang mobilitas akademik bagi mahasiswa dan dosen.
”Kemitraan internasional tidak semata mengejar output publikasi, melainkan memberi panggung pengalaman global bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika ketahanan pangan di masa mendatang,” pungkas Prof. Afifuddin.mut






