Bandung, Bhirawa – Persib Bandung memanjatkan doa untuk Indonesia yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.
Bencana karhutla sejatinya sudah terjadi pada Januari, lalu makin besar mulai September 2026.
Karena itu, banyak daerah dan masyarakat yang terdampak karhutla, dan ini turut menyita perhatian Persib Bandung.
Persib Bandung Kirim Doa
—
Lekas Pulih Indonesia
“Satu hati dalam kebersamaan, satu doa untuk keselamatan Indonesia,” tulis laman Instagram Persib, Jumat (23/10).
Melalui unggahan tersebut, Persib mengabarkan bahwa mereka melakukan kajian dan doa bersama di Masjid Jaza, Citarum, Bandung.
Mereka mengusung tajuk “Lekas Pulih Indonesia” dengan menyoroti bencana karhutla yang sudah makin parah.
Agenda ini juga mendatangkan Ustaz Handy Bonny sebagai penceramah dan pembimbing doa bersama.
“Persib memanjatkan harapan bagi Indonesia agar segera pulih, bagi masyarakat yang terdampak karhutla agar mendapat kekuatan, serta bagi para petugas agar senantiasa mendapat lindungan dalam menjalankan tugasnya,” bunyi rilis tersebut.
“Lekas Pulih Indonesia, doa kami menyertaimu,” pungkas Persib.
Baca Juga: Persija Jakarta Donasikan 300 Juta kepada Korban Bencana NTT dan Kalimantan
Karhutla Merajalela
Setelah membesar pada September 2026, menurut laman resmi Kementerian Kehutanan dan BNPB, dua wilayah Indonesia yang mengalami karhutla paling besar adalah Sumatra dan Kalimantan.
Dua wilayah lainnya adalah Jawa dan Papua. Jawa Timur mencapai sekitar 11.449 hektare di 26 kabupaten/kota.
Lalu, Nabire, Papua Tengah, Merauke, dan Papua Selatan menjadi yang paling besar dari wilayah Papua.
Penanganan Karhutla
Menurut Komdigi dan BNPB, penanganan karhutla telah melibatkan metode Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dry ice dan water bombing.
Sebanyak 49 armada udara dengan 32 unit helikopter water bombing dan 17 pesawat patroli/OMC beroperasi.
Operasi ini juga turut berisi lebih dari 60 ribu personel gabungan di jalur darat.
Baca Juga: Gagas Solusi Karhutla Lewat Hukum Positif dan Al-Quran, Dua Mahasiswa UMM Sabet Juara Nasional
Dampak Karhutla
Selain membakar lahan gambut dan merusak kondisi alam setempat, asap karhutla juga mengakibatkan kualitas udara memburuk.
Menurut BNPB, kualitas udara akibat karhutla juga melanda wilayah Jabodetabek hingga 17 Oktober lalu, yang kemudian diklaim berangsur membaik.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian banyak pihak termasuk dari insan sepak bola nasional salah satunya Persib Bandung.
Mereka pun berharap Indonesia segera terbebas dari bencana karhutla dan masyarakat pulih dari dampak buruknya.(DS)












