Malang, Bhirawa– Momentum peringatan Hari Santri pada 22 Oktober menjadi refleksi penting bagi para santri di seluruh Indonesia untuk tidak hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Hal tersebut ditegaskan oleh tokoh perempuan Jawa Timur, Sri Untari. Menurutnya, ada pesan penting dari alam yang harus disemangati dan dimaknai kembali oleh para santri, yakni kewajiban merawat bumi.
”Merawat bumi itu sama dengan merawat diri kita sendiri. Di dalam ajaran Islam, selain hubungan vertikal dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan sosial dengan sesama manusia (hablum minannas), ada hal pokok lain yang harus diimplementasikan, yaitu hubungan dengan alam semesta,” ujar Sri Untari usai doa bersama lintas agama di kantor Kopmen SBW, Kamis 22/10.
Ia menyampaikan, bentuk penerapan hablum minal alam dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan secara konkret melalui aksi menanam dan merawat pohon, menjaga kawasan hutan, serta tidak melakukan penebangan liar.
Bumi, lanjutnya, adalah sumber dari segala sendi kehidupan manusia, mulai dari air, cadangan pangan, hingga udara bersih.
”Hari ini saatnya santri dipanggil untuk merawat alam semesta. Kita mengaji kitab kuning dan belajar banyak ilmu agama, namun pemahaman itu akan jauh lebih bernilai jika diwujudkan dalam perilaku nyata merawat alam. Kalau kita merawat alam, alam pun akan merawat kita,” tuturnya.
Sri Untari berharap para santri di tanah air memiliki kesadaran kolektif sebagai penegak ibu pertiwi. Dengan kepedulian bersama menjaga alam, berbagai potensi bencana ekologis seperti kebakaran hutan, kekeringan, hingga banjir bandang dapat diminimalisasi.mut





