Malang, Bhirawa – Gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gen 26 tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang penyambutan mahasiswa domestik, tetapi juga memukau puluhan mahasiswa internasional. Mahasiswa asing dari 29 negara—seperti Gambia, Jepang, Thailand, Vietnam, hingga Kongo—turut melebur dalam kemeriahan penyambutan kampus berjuluk Kampus Putih tersebut.
Sejak hari pertama, Pesmaba UMM bertransformasi menjadi ruang perjumpaan inklusif dan ruang pertukaran budaya lintas negara.
Mahasiswa baru Program Studi Matematika asal Gambia penerima Beasiswa Internal (sUMMit) UMM, Foday Muhammad Jabi, mengaku terkesan dengan atmosfer kehangatan serta keberagaman peserta yang ia temui selama kegiatan berlangsung.
“Saya merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan teman-teman baru dari negara yang berbeda. Mereka semua ramah dan saling bercerita tentang negaranya masing-masing,” ungkap Foday.
Selain ruang interaksi sosial, panggung pembukaan Pesmaba Gen 26 turut menyajikan keanekaragaman seni tradisional Indonesia, mulai dari ragam tarian daerah hingga pertunjukan budaya lokal yang memanjakan mata para mahasiswa asing.
Foday menambahkan, sajian kesenian tersebut memberikan pengalaman visual yang berharga dalam memahami kekayaan budaya Nusantara secara langsung.
Kesan serupa diutarakan Hamdan Celoh, mahasiswa asal Thailand penerima Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Ia menilai Pesmaba UMM memberikan pengalaman adaptasi yang efektif untuk mengenal lingkungan akademik dan nilai-nilai sosial di Indonesia.
“Pesmaba memberikan pengalaman baru bagi saya. Saya bisa melihat bagaimana mahasiswa di UMM berkumpul dan mengikuti kegiatan bersama. Pertunjukan budayanya sangat menarik,” tutur Hamdan.
Sementara itu, mahasiswa asal Kongo penerima Beasiswa sUMMit, Akuzibwe Ruvogo Armel, memandang keberagaman peserta di Pesmaba sebagai peluang emas untuk memperluas jejaring global sejak awal masa perkuliahan.
“Hal yang paling menarik adalah bisa bertemu banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Saya berharap bisa membangun pertemanan yang luas, baik dengan mahasiswa Indonesia maupun internasional selama belajar di UMM,” terang Akuzibwe.
Kehadiran perwakilan dari 29 negara ini makin memperkuat komitmen UMM dalam mewujudkan iklim pendidikan bereputasi internasional. Pesmaba Gen 26 tidak sekadar menjadi seremoni orientasi akademik, melainkan wahana diplomasi budaya dan jejaring global bagi seluruh sivitas akademika UMM.mut










