Jember, Bhirawa— Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam memperkuat jaringan bisnis ritel dan memberdayakan ekonomi umat berbasis akar rumput. Hal itu dibuktikan dengan diresmikannya gerai Mentari Mart pertama di Kabupaten Jember, tepatnya di Dusun Watukebo, Kecamatan Ambulu, Sabtu (1/8/2026).
Gerai percontohan tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Ia menegaskan bahwa kehadiran Mentari Mart di Watukebo menjadi fondasi awal pergerakan ekonomi ritel persyarikatan yang lebih luas.
”Ini merupakan pangkal dari gerakan ritel kita, gerakan untuk membangun gerai dan sekaligus juga berbagai aspek ekonomi. Intinya, dari ekonomi kita berdayakan umat, kita majukan bangsa,” ujar Haedar.
Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., menyampaikan bahwa tren ekspansi Mentari Mart bergerak sangat masif. Gerai di Watukebo ini merupakan cabang kedelapan yang berhasil diresmikan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.
”Kemarin saya mendampingi di Samarinda, Banjarmasin, dan Palembang. Insyaallah setelah ini akan disusul Mentari Mart di Jambi pada bulan Agustus ini,” terang Muhadjir.
Baca Juga : Atasi Ternak Kurus, Mahasiswa UMM Ciptakan Wafer Pakan Herbal ‘Waboos’
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut mengimbau jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan pimpinan amal usaha setempat untuk bergerak cepat memperbanyak cabang ritel di daerah.
”Saya mohon Ketua PDM dan Rektor Universitas Muhammadiyah Jember segera menginisiasi pembangunan gerai-gerai Mentari-Mu di seluruh Kabupaten Jember,” tegasnya.
Selain menjadi pusat perbelanjaan masyarakat, Mentari Mart dirancang sebagai wadah promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Muhadjir secara khusus menginstruksikan kader ibu-ibu Aisyiyah untuk memanfaatkan fasilitas ini sebagai etalase produk buatan sendiri.
”Ibu-ibu Aisyiyah, saya mohon tetap memanfaatkan gerai yang ada. Bukan hanya belanja, tetapi juga ikut menggelar produk-produk UMKM, terutama binaan Aisyiyah,” pintanya.
Sementara itu, pendirian Mentari Mart di Ambulu ini juga mendapat dukungan finansial dan strategis dari Kampus Putih UMM. Kepala Urusan (Kaur) Unit Usaha dan Investasi UMM, Dwi Irawan, S.E., M.Ak., mengungkapkan bahwa UMM memegang porsi saham dominan sebesar 30 persen pada gerai tersebut.
Peresmian Mentari Mart Watukebo ini menegaskan bahwa kemandirian ekonomi bagi Muhammadiyah bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang digarap secara berkelanjutan untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi nanasionamut












