Tim asesor nasional Prof Dr Ir Tuti Karyani MSP dari Universitas Padjadjaran dan Prof Dr Ir Dwi Putra Darmawan MP dari Universitas Udayana diterima jajaran pimpinan dekan FP UB
Kediri, Bhirawa
Program Studi (Prodi) S1 Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) PSDKU Kediri terus memacu kualitas mutu pendidikannya. Langkah ini dibuktikan melalui pelaksanaan Asesmen Lapang dalam rangka akreditasi yang digelar di Aula Gedung 3 PSDKU UB Kediri, Selasa (31/3).
Hadir sebagai tim asesor nasional yakni Prof Dr Ir Tuti Karyani MSP dari Universitas Padjadjaran dan Prof Dr Ir Dwi Putra Darmawan MP dari Universitas Udayana. Kehadiran para pakar ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan FP UB, mulai dari Dekan hingga Ketua Program Studi, sebagai wujud keseriusan institusi menjaga marwah pendidikan tinggi di wilayah PSDKU.
Dekan FP UB, Prof Mangku Purnomo SP MSi PhD menegaskan, pihaknya telah mematok target besar dalam roadmap pengembangan hingga tahun 2030. Fokusnya adalah membawa FP UB menjadi global player di sektor pertanian dunia.
”Kami tidak main-main. Penguatan SDM terus dilakukan, puluhan dosen saat ini sedang menempuh studi doktoral. Kultur akademik dan riset pun diperluas hingga ke mancanegara, mulai dari Asia hingga Australia,” ujar Prof Mangku saat memaparkan strategi pengembangan di hadapan tim asesor.
Menariknya, di tengah gempuran teknologi, PS Agribisnis UB Kediri juga sigap melakukan adaptasi terhadap Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dr Rosihan Asmara menekankan bahwa UB telah memiliki rambu-rambu yang jelas terkait penggunaan AI di lingkungan kampus.
”AI bukan musuh, tapi sarana. Kami memperbolehkan penggunaannya dalam pembelajaran dan riset, asalkan tetap menjunjung tinggi prinsip kejujuran akademik dan adanya acknowledgment yang transparan,” urainya.
Dukungan teknologi ini juga diperkuat melalui sistem Learning Management System (LMS) BRONE. Menurut Dr Afifudin Latif, sistem ini telah dilengkapi perangkat lunak pendeteksi plagiasi dan AI reader untuk menjamin orisinalitas karya akademik mahasiswa maupun dosen.
Sementara itu, dalam hal penjaminan mutu, Prof Dr Widya Dwi Rukmi Putri STP MP menjelaskan, UB memiliki mekanisme berlapis melalui siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan). Pengawasan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem SIQA yang dipantau oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) hingga Unit Jaminan Mutu (UJM) di tingkat prodi.
”Audit mutu internal kami lakukan secara berkala. Jika ada temuan, langsung ditindaklanjuti melalui Program Tindak Koreksi (PTK) sebagai sistem peringatan dini agar standar mutu tetap terjaga,” imbuh Dr Riyanti Isaskar SP MSi.
Optimisme tinggi terpancar dari seluruh civitas akademika PS S1 Agribisnis UB Kediri. Dengan kurikulum yang berkaca pada institusi ternama dunia seperti Wageningen University Belanda, mereka yakin hasil asesmen lapang ini akan memberikan predikat akreditasi terbaik. Hal ini sekaligus menjadi kado bagi pengembangan sektor agribisnis digital di Indonesia. mut








