Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said,
Malang, Bhirawa
RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang bersiap melakukan lompatan besar pada tahun 2026. Rumah sakit rujukan utama di Jawa Timur ini membidik transformasi menyeluruh guna menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang kian kompleks, sekaligus mendongkrak daya saing di kancah regional.
Pandangan strategis ini dipaparkan oleh Mantan Ketua Dewan Pengawas RSSA Malang yang juga Tokoh Masyarakat, Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, dalam Forum Konsultasi Publik baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa arah pengembangan RSSA harus sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
”Pengembangan RSSA harus berorientasi pada peningkatan mutu pelayanan, tata kelola yang baik, transformasi digital, serta kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan,” ujar Prof. Mas’ud Said.
Guna mewujudkan visi tersebut, Prof. Mas’ud membeberkan lima strategi utama yang harus menjadi fokus penguatan RSSA ke depan:
1. Pacu Kualitas Rumah Sakit Pendidikan dan Layanan Unggulan
RSSA perlu terus memperkuat sarana dan prasarana penunjang sebagai rumah sakit pendidikan dengan tetap mempertahankan akreditasi paripurna. Selain mendongkrak kompetensi tenaga medis, operasional Grand Paviliun harus dioptimalkan sebagai salah satu layanan unggulan premium.
2. Digitalisasi Tata Kelola Keuangan dan Administrasi
Transparansi menjadi kunci utama rumah sakit modern. RSSA harus memperkuat manajemen keuangan lewat sistem administrasi berbasis digital dan sistem audit yang terintegrasi. Hal ini dibarengi dengan peningkatan kemampuan manajerial untuk menjamin keberlanjutan operasional.
3. Jaga Reputasi sebagai Pusat Rujukan Utama Jawa Timur
Sebagai benteng utama layanan kesehatan di Jatim, RSSA wajib mempertahankan akreditasi paripurnanya. Langkah nyata yang diambil adalah dengan memperkuat jajaran layanan spesialis dan subspesialis, yang didukung penuh oleh transformasi digital pada sistem pelayanan.
4. Ekspansi Pasar dan Penguatan Layanan Kritis
RSSA diharapkan terus memperluas jangkauan pasarnya dengan meluncurkan berbagai layanan baru. Unit-unit krusial seperti layanan jantung, ICU, radiologi, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus diperkuat, dibarengi dengan sinergi bersama institusi pemerintah maupun swasta demi menggenjot efisiensi.
5. Garansi Kepuasan Pasien lewat Pelayanan Humanis
Fokus tertinggi rumah sakit adalah masyarakat. Strategi kelima ini dititikberatkan pada pelayanan yang cepat, bermutu, dan humanis untuk menekan angka keluhan. Kualitas ruang rawat inap, keandalan layanan farmasi, serta pos pelayanan khusus lainnya harus ditingkatkan secara signifikan.
Prof. Mas’ud Said menambahkan bahwa berdasarkan berbagai riset, kunci utama kemajuan rumah sakit terletak pada kepercayaan pasien, kemitraan yang luas, kemudahan sistem pembayaran, dan kompetensi SDM. Keberhasilan transformasi RSSA menuntut komitmen total dan inovasi tanpa henti dari seluruh elemen rumah sakit demi masyarakat Jawa Timur.











