Leg Pertama Perebutan Tempat Ketiga berlangsung sengit Samator vs Garuda Jaya
Yogyakarta, Bhirawa
Tim voli putra kebanggaan Jawa Timur, Surabaya Samator, selangkah lagi mengamankan predikat juara ketiga Proliga 2026. Dalam laga leg pertama yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Selasa (21/4), skuat asuhan Rodolfo Sanchez tampil dominan dengan melibas Jakarta Garuda Jaya lewat skor telak 3-0 (25-17, 25-20, 25-20).
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Samator sebelum melakoni leg kedua pada Rabu (22/4) hari ini. Sebaliknya, bagi tim muda Jakarta Garuda Jaya, kekalahan ini menjadi sinyal merah sekaligus bahan evaluasi besar jika ingin membalikkan keadaan.
Sejak set pertama dimulai, Samator langsung tancap gas. Menurunkan kerangka tim terbaiknya seperti Lyvan Taboada, Jordan Michael, Ageng Wardoyo, Tedy Oka, Hendrik, dan Hadi Suharto, tim yang bermarkas di Driyorejo ini bermain sangat agresif.
Jakarta Garuda Jaya sebenarnya mencoba memberikan perlawanan sengit melalui motor serangan mereka, Dawuda dan Fauzan Nibras. Skor sempat ketat di awal laga. Namun, kematangan mental Tedy Oka dkk terlihat saat memasuki poin belasan. Samator mendominasi lewat kombinasi bola cepat dan menutup set pertama dengan skor 25-17.
Memasuki set kedua, tensi meningkat. Pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, menginstruksikan anak asuhnya untuk menaikkan intensitas serangan. Meski sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga pertengahan set, Surabaya Samator tetap tenang. Blok kokoh dan variasi serangan Jordan Michael sukses membungkam ambisi Garuda Jaya. Set kedua kembali diamankan Samator dengan 25-20.
Perlawanan sengit kembali terjadi di set ketiga hingga kedudukan imbang 13-13. Garuda Jaya sempat memperkecil ketertinggalan di poin kritis 20-22. Namun, Samator yang tidak ingin kehilangan momentum langsung menekan hingga mencapai match point 24-20 dan menyudahi laga dengan skor akhir 25-20.
Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengapresiasi kerja keras para pemain namun tetap memberikan catatan agar tidak terlena di laga penentuan.
”Kami mengharapkan kemenangan leg pertama ini menjadi standar performa untuk laga kedua. Jangan sampai kendor,” tegas Hadi usai laga.
Senada dengan sang manajer, pemain andalan Samator, Tedi Oka Syahputra, berharap konsistensi tim tetap terjaga. “Kami bermain cukup baik hari ini. Semoga di pertandingan kedua, performa kami tetap sama seperti pertandingan pertama,” ujarnya.
Di sisi lain, pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui keunggulan lawan dan menyoroti kelemahan mendasar timnya.
”Kami banyak melakukan kesalahan sendiri. Beberapa servis gagal mencapai area lawan. Selain itu, ada beberapa pemain yang kondisinya kurang fit sehingga tidak bisa tampil maksimal,” akunya.
Pemain Garuda Jaya, Dawuda Alaihiwassalam, juga mengakui bahwa faktor unforced error menjadi penyebab utama timnya gagal membendung dominasi Samator. Dengan hasil ini, Samator hanya butuh satu kemenangan lagi di leg kedua untuk memastikan diri sebagai juara ketiga Proliga 2026.mut






