Malang, Bhirawa — Menyongsong lonjakan kebutuhan tenaga ahli seiring arah kebijakan biodiesel 50 persen (B50), Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kemitraan strategis dengan First Resources Group. Kolaborasi ini difokuskan pada pembukaan akses rekrutmen lulusan baru (fresh graduate) dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit.
Pertemuan berlangsung di Ruang Balai Senat, Lantai 6 Gedung Sentral FBiPK UB. Delegasi korporasi diterima langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB, Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si., didampingi Staf Ahli Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., beserta jajaran Subbagian Akademik.
Rombongan First Resources Group dipimpin oleh Academy Director Benyamin Basuki Yulianto, didampingi Senior Manager Learning & Development Pinondang Lindarto Simanungkalit, dan Recruitment Officer Josefhine Elisabeth.
Academy Director First Resources Group, Benyamin Basuki Yulianto, mengungkapkan bahwa langkah ini ditempuh guna menjaring talenta muda yang menguasai keilmuan dasar pertanian, adaptif, serta siap berkarier di area operasional perkebunan terintegrasi di Sumatera dan Kalimantan.
”Kami hadir ke FBiPK Universitas Brawijaya untuk mencari talenta muda yang memiliki fondasi keilmuan pertanian kuat dan siap berkembang bersama korporasi. Kami melihat lulusan kampus ini punya kompetensi mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di industri perkebunan kelapa sawit,” jelas Benyamin.
Menurut Benyamin, dalam proses seleksi awal pihaknya tidak mewajibkan pelamar langsung menguasai seluruh aspek teknis tingkat lanjut, melainkan lebih mengutamakan penguasaan fundamental agrikultur dan kesiapan mental kerja lapangan.
”Hal paling esensial adalah pemahaman dasar pertanian, seperti pengukuran luas lahan, manajemen pemupukan, hingga teknik budi daya tanaman. Pemahaman ini menjadi modal vital agar mereka cepat memetakan kebutuhan operasional di lapangan,” urainya.
Lebih jauh, ia menekankan cerahnya prospek karier di industri kelapa sawit nasional, terlebih dengan dorongan masif pemerintah menuju bauran bahan bakar nabati B50. Target tersebut otomatis menuntut efisiensi panen dan manajemen kebun yang jauh lebih presisi di bawah kendali SDM unggul.
”Kebijakan B50 memicu ekspansi dan kebutuhan riil SDM berkompeten. Peluang ini sangat terbuka bagi lulusan FBiPK UB untuk meraih jenjang karier yang menjanjikan,” imbuhnya.
Sementara itu, pihak FBiPK UB menyambut positif penjajakan ini sebagai wujud nyata penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dunia industri (DUDI). Kolaborasi ini tidak hanya memfasilitasi penyerapan kerja alumni, melainkan juga membuka ruang penyelarasan kurikulum akademik agar tetap relevan dengan dinamika sektor agribisnis hulu-hilir nasional. mut






