Senator Lia Istifhama Ajak Gen Z Aktif Kawal Demokrasi

Surabaya, Bhirawa – Keterlibatan aktif generasi muda menjadi pilar penting dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya memperkuat partisipasi Generasi Z (Gen Z) agar tidak sekadar menyalurkan suara di bilik suara, melainkan turut memahami esensi, tanggung jawab, dan dinamika proses kepemiluan.

​Penegasan tersebut disampaikan figur yang akrab disapa Ning Lia ini saat melakukan inventarisasi materi pengawasan Komite I DPD RI terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur, Surabaya.

​Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi bersama jajaran komisioner, yakni Miftahur Rozaq, Eka Wisnu Wardhana, Nur Salam, Habib M. Rohan, dan Choirul Umam, serta Sekretaris KPU Jatim Nanik Karsini beserta jajaran pejabat struktural terkait.

​Dalam forum tersebut, Ning Lia mengapresiasi keberhasilan KPU Jatim menuntaskan seluruh tahapan Pilkada Serentak 2024 dengan capaian positif. Berdasarkan data rekapitulasi, tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur mencapai 70,06 persen atau setara 21.937.202 pemilih. Angka ini mencatatkan kenaikan dibandingkan Pilgub Jatim 2018 yang berada di angka 67,39 persen.

​Senator peraih suara signifikan di Jatim ini menuturkan, peningkatan partisipasi pemilih tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi dan pendidikan politik berkelanjutan, khususnya bagi pemilih pemula.

​”Keterlibatan Gen Z tidak cukup hanya diukur dari kehadiran fisik di TPS, tetapi sejauh mana mereka memahami proses politik serta tanggung jawabnya sebagai warga negara. Generasi muda perlu diberi ruang partisipasi bermakna, bahkan ikut terlibat aktif mengawal penyelenggaraan pemilu,” ujar putri politisi senior almarhum KH Masykur Hasyim tersebut.

​Ia juga menyoroti arus informasi di era media sosial yang sangat deras. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis Gen Z dalam memilah informasi yang sahih menjadi benteng penting dari paparan hoaks serta narasi polarisasi.

​Selain isu kepemudaan, Ning Lia menggarisbawahi pentingnya inovasi tata kelola administrasi pemilu berbasis digitalisasi (paperless) demi efisiensi dan transparansi, tanpa mengesampingkan aspek validitas dan kepatuhan regulasi.

​”Kala proses pendaftaran pencalonan DPD RI lalu, saya merasakan langsung ketatnya kedisiplinan dan kelengkapan dokumen yang diwajibkan. Walaupun prosedurnya terkesan rumit di awal, sistem tersebut sangat baik demi menjaga akuntabilitas penyelenggara dan peserta,” imbuhnya.

​Sementara itu, Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mewujudkan iklim demokrasi yang kian inklusif, transparan, dan berintegritas di Jawa Timur. Evaluasi pelaksanaan tahapan lalu menjadi modal berharga menuju perhelatan Pemilu 2029 mendatang.

​”Ke depan, tantangan regulasi kepemiluan terus berkembang. Kami di KPU Jatim memastikan penyelenggaraan tidak hanya berjalan tertib dan patuh aturan, tetapi juga melahirkan kesadaran kolektif masyarakat atas hak dan tanggung jawab kewarganegaraan,” tandas Aang.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *