Nabila Kirana A’isyah Putri, melakukan pengabdian masyarakat di KJRI Johor Bahru, Malaysia.
Kota Malang, Bhirawa
Menyadari pentingnya kesehatan mental bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023, Nabila Kirana A’isyah Putri, mengukir prestasi lewat pengabdian masyarakat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia.
Melalui program magang internasional, Nabila turun langsung mendampingi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta anak-anak WNI dalam menghadapi tekanan psikologis di negara penempatan.
Sebagai mahasiswa sarjana, fokus kegiatan Nabila berada pada ranah preventif dan promotif sesuai kode etik profesi psikologi. Di fasilitas shelter KJRI, ia bertugas melakukan asesmen awal serta memberikan psikoedukasi untuk membantu para PMI mengenali dan mengelola stres akibat tantangan bekerja di luar negeri. Intervensi yang diberikan tidak hanya berupa edukasi verbal, tetapi juga menggunakan metode terapi psikologis yang terukur.
”Kami berkesempatan mendengarkan cerita para pekerja migran di shelter. Melalui metode expressive writing therapy, kami berupaya memberikan dukungan emosional dan intervensi preventif untuk meningkatkan resiliensi mereka agar tetap tangguh saat kembali bekerja,” ujar Nabila.
Selain menyasar pekerja migran dewasa, pendampingan juga diperluas ke anak-anak WNI di Sekolah Indonesia Johor Bahru. Di sana, Nabila memberikan edukasi untuk membantu anak-anak mengenali emosi sejak dini, membangun kepercayaan diri, serta menyiapkan mental dalam menghadapi dinamika lingkungan multikultural.
Ia mengaku seluruh capaian ini tak lepas dari dukungan penuh dari pihak kampus, mulai dari kelancaran regulasi hingga pengurusan administrasi perizinan.
”Kampus Putih sangat memfasilitasi langkah mahasiswanya untuk berprestasi di ranah internasional. Segala urusan administrasi perizinan dibantu sepenuhnya, sehingga kami sama sekali tidak merasa terbebani dan bisa berfokus penuh pada proses belajar serta pengabdian di lapangan,” paparnya.
Pengalaman menangani kasus psikososial secara langsung di luar negeri ini turut mematangkan kompetensi Nabila sebagai calon psikolog sekaligus memperluas wawasan lintas budayanya. Ia pun berharap langkah ini dapat memotivasi mahasiswa UMM lainnya untuk berani mengeksplorasi peluang di tingkat global.
”Di luar sana ada banyak sekali kesempatan emas yang bisa diraih oleh mahasiswa UMM. Kuncinya adalah harus selalu memiliki inisiatif tinggi dan rajin mencari informasi terkait program pengembangan diri di tingkat internasional,” pungkasnya. mut












