Sinergi Filantropi, Masjid Raden Patah UB Distribusikan 8.765 Porsi Takjil Gratis

Ramadan Journey,  takmir masjid Raden Patah UB  telah mendistribusikan sebanyak 8.765 porsi

Kota Malang, Bhirawa

Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) kembali menjadi pusat syiar dan kepedulian sosial selama bulan suci Ramadan 1447 H. Melalui program bertajuk Gebyar Ramadhan: Ramadan Journey, pihak takmir masjid mencatat telah mendistribusikan sebanyak 8.765 porsi hidangan berbuka puasa gratis kepada jamaah dan mahasiswa hingga Rabu (4/3) kemarin.

​Antusiasme jamaah yang terdiri dari mahasiswa, sivitas akademika, hingga masyarakat umum terus meningkat setiap harinya. Hal ini terlihat dari eskalasi kuota konsumsi yang disediakan panitia. Jika pada awal Ramadan hanya disediakan 500 paket per hari, kini jumlahnya melonjak hingga 650 paket untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang memadati pelataran masjid.

​Wakil Koordinator Divisi Sponsor Gebyar Ramadhan MRP UB, Bunga Dwikartika menjelaskan, keberlangsungan program ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pihak kampus dan para donatur.

​”Pendanaan kegiatan ini murni berasal dari dukungan donatur dan sponsor, baik dalam bentuk dana segar, jasa, maupun barang. Kami juga melakukan jemput bola dengan mengajak para dosen di lingkungan UB untuk berpartisipasi aktif mendukung agenda mulia ini,” terang Bunga.

​Untuk menjaga ketertiban, panitia menerapkan sistem registrasi kupon di lantai utama masjid sebelum waktu berbuka. Jamaah dapat menukarkan kupon tersebut di 12 tenda yang telah disiapkan. Tak hanya soal urusan logistik, MRP UB juga menggandeng Klinik Universitas Brawijaya untuk menyediakan tenda layanan kesehatan bagi jamaah.

​Sebelum prosesi berbuka, jamaah terlebih dahulu disuguhi nutrisi spiritual melalui Kajian Umum Ramadan Menjelang Maghrib (KURMA). Kajian ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa di tengah kesibukan aktivitas akademik.

​Selain menjadi wadah ibadah, Ramadan di MRP UB juga membawa dampak ekonomi positif. Program ini berintegrasi dengan Bazar Kampoeng Ramadhan yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

​”Kami ingin kegiatan berbuka puasa ini tidak hanya menjadi momen berbagi secara vertikal kepada Tuhan, tapi juga horizontal dengan menguatkan solidaritas sosial dan mendukung geliat ekonomi UMKM di sekitar kampus,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed