Posyandu Gembira untuk cegah stunting
Malang, Bhirawa
Komitmen dalam mendukung program pemerintah untuk menekan angka stunting terus digalakkan oleh sektor swasta. Salah satunya ditunjukkan oleh PT Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart) Cabang Malang yang bersinergi dengan Puskesmas Singosari melalui gelaran Posyandu rutin di Alfamart Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (15/6).
Kegiatan yang menyasar kesehatan masyarakat ini diikuti oleh tiga kelompok posyandu dari Desa Tunjungtirto, yakni Kembang Banyu 8, 10, dan 12. Tercatat, sebanyak 100 balita dan 40 lansia, termasuk ibu hamil serta remaja produktif, tampak antusias memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
Regional Corcom Manager PT Sumber Alfaria Trijaya, Mochammad Faruq Asrori, mengutarakan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari kontribusi nyata perusahaan dalam mengintervensi kasus stunting di tingkat desa. Sepanjang tahun ini, pihaknya membidik minimal 10 titik pelaksanaan posyandu serupa di wilayah kerja Alfamart Cabang Malang.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu pemerintah dalam mengurangi angka stunting pada balita. Selain itu, program ini menjadi sarana efektif bagi kami untuk mendekatkan diri dengan warga sekitar toko, khususnya ibu dan balita yang selama ini menjadi kontributor terbesar aktivitas belanja,” ujar Faruq, Senin (15/6).
Berdasarkan data terbaru di lapangan, saat ini terdapat 14 anak di Desa Tunjungtirto yang terindikasi mengalami stunting. Melalui intervensi posyandu berkala yang menyediakan pengukuran berat badan, tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, pengisian Kartu Ibu dan Anak (KIA), imunisasi, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini, angka tersebut diharapkan bisa ditekan secara signifikan.
Langkah taktis Alfamart ini pun mendapat apresiasi positif dari pihak fasilitas kesehatan setempat. Bidan Desa dari Puskesmas Singosari, Anis Sulistyorini, menilai kolaborasi antara korporasi dan tenaga kesehatan (nakes) sangat membantu efektivitas pemantauan gizi buruk di pelosok desa.
“Kolaborasi ini jelas membawa banyak manfaat langsung bagi masyarakat. Kami bersama 24 orang kader posyandu sangat berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti di sini, melainkan dapat berjalan secara reguler dan berkelanjutan di masa mendatang,” pungkas Anis.mut











