Malang, Bhirawa– Anggapan bahwa data statistik selalu identik dengan deretan angka kaku dan menjemukan berhasil dipatahkan oleh dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lewat kejelian menyajikan data berbasis visual kreatif, mereka sukses menyabet gelar Juara 1 tingkat nasional kategori Videografis pada ajang Statistics Data Camp by Pojok Statistik yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia.
Prestasi bergengsi tersebut ditorehkan oleh Taufiqul Akmal Alfani dan Dwinny Nurlani Pratiwi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2025. Keduanya mengusung misi membumikan informasi statistik agar relevan dan mudah dipahami masyarakat luas. Isu-isu strategis seperti kependudukan, ketenagakerjaan, dan dinamika sosial dikemas apik melalui medium videografis yang ringan serta komunikatif.
Akmal menuturkan, tantangan utama dalam memproduksi video berbasis data adalah mempertahankan atensi pemirsa tanpa mengorbankan ketepatan serta bobot data itu sendiri.
”Konsep utama kami adalah membawakan data secara santai dan menyenangkan (fun). Dengan cara tersebut, audiens tidak merasa jenuh dan dapat langsung menangkap intisari pesan dari data yang kami sajikan,” terang Akmal, Rabu 21/10.
Raihan podium tertinggi ini merupakan buah dari proses seleksi ketat yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Kompetisi dimulai dari pembinaan tahap awal pada 22–24 Juli, pengumpulan karya pada 9 Agustus, hingga pembinaan intensif pada 14–15 September. Setelah lolos presentasi di hadapan dewan juri pada 17 September, tim UMM dinyatakan sebagai finalis dan akhirnya dinobatkan sebagai juara utama pada malam penganugerahan di Jakarta, 26 September.
Seluruh tahapan produksi, mulai dari pengolahan data, perancangan naskah, perekaman visual, penyuntingan video, hingga persiapan presentasi, mereka lakukan secara mandiri. Kendala fasilitas dan keterbatasan waktu sempat dihadapi, namun dukungan sigap dari pihak program studi dan dosen pembimbing membuat seluruh proses berjalan optimal.
”Meski peralatan sempat terbatas, alhamdulillah pihak kampus sangat sigap memfasilitasi kebutuhan sarana hingga proyek ini tuntas,” imbuhnya.
Pencapaian ini kian membanggakan lantaran diraih pada keikutsertaan perdana mereka di kompetisi berskala nasional. Selain mengharumkan almamater Kampus Putih, ajang ini juga membuka ruang pertukaran wawasan antarmahasiswa dari berbagai penjuru tanah air.
”Jangan ragu mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Jadikan setiap capaian sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan berikutnya,” pungkas Akmal. mut











