Cibinong, Bhirawa-Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) terus memperkuat hilirisasi riset berbasis ekonomi sirkular. Lewat kemitraan strategis dengan Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tim peneliti kampus asal Malang ini mengembangkan inovasi pengolahan limbah kulit buah kakao menjadi bioproduk bernilai ekonomi tinggi.
Langkah konkret tersebut ditandai dengan kunjungan kerja tim dosen FTAB UB ke Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Soekarno, Cibinong, belum lama ini. Agenda ini merupakan bagian dari program Hibah Dosen Berkarya (Dokar) 2026 Skema A melalui skema Joint Research and Publication (JRP).
Tim periset UB dipimpin oleh Prof. Irnia Nurika, S.TP., M.P., Ph.D. bersama Dr. Claudia Gadizza Perdani, S.TP., M.Si. Mereka berkolaborasi intensif dengan pakar konversi biomassa BRIN yang masuk jajaran World’s Top 2% Scientists, Prof. Dr. Widya Fatriasari, S.Hut., M.M.
Kerja sama riset ini telah menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional mengenai pemulihan senyawa aromatik dari kulit kakao terbiokonversi menggunakan jamur Serpula lacrymans. Pendekatan biokonversi tersebut sukses mengubah limbah perkebunan menjadi senyawa fungsional berharga seperti isovanillin dan coumarin, yang sangat dibutuhkan oleh sektor pangan, kosmetik, hingga farmasi.
”Kulit buah kakao bukan sekadar limbah. Lewat pendekatan biorefinery, residu ini dapat menjadi sumber beragam senyawa aromatik bernilai tinggi. Ini adalah contoh nyata penerapan prinsip ekonomi sirkular pada limbah agroindustri,” ujar Ketua Pelaksana Tim UB, Prof. Irnia Nurika.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi FTAB UB meninjau langsung sarana mutakhir di KST Soekarno, meliputi Laboratorium Genomik, Laboratorium Cryo-Electron Microscopy (Cryo-EM), Integrated Laboratory of Bioproduct (iLaB), serta Laboratorium Biomaterial, Bioteknologi, dan Biologi. Instrumen canggih ini disiapkan untuk memperkuat analisis struktur molekul hingga uji fungsi bioproduk.
Rombongan akademisi UB juga menggelar pertemuan khusus dengan Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Prof. Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah, M.T. Pertemuan itu memetakan arah pengembangan prototipe dan hilirisasi produk turunan biomassa lignoselulosa agar dapat diserap kalangan industri.
Langkah sinergis perguruan tinggi dan lembaga riset negara ini sekaligus mendukung target global Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada penciptaan inovasi industri, pola konsumsi-produksi bertanggung jawab, aksi iklim, serta kemitraan riset yang berkelanjutan.mut







