Pasuruan, Bhirawa-Komisi IV DPR RI yang dipimpin langsung oleh Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto) melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Pasuruan, bertempat di Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Kecamatan Grati. Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau langsung potensi riset dan pengembangan bibit sapi perah unggulan lokal bernama Sapi Genom Grati.
Bibit lokal ini dinilai memiliki keunggulan komparatif signifikan dibanding sapi perah impor. Berbeda dengan sapi impor asal Australia yang mensyaratkan iklim dataran tinggi di atas 600–700 mdpl—seperti di kawasan Puspo, Tutur, Tosari, maupun Lumbang—Sapi Genom Grati justru terbukti tangguh beradaptasi dan berproduksi optimal di wilayah dataran rendah hingga pesisir pantai.
Tak hanya toleran terhadap suhu panas, Sapi Genom Grati juga mencatatkan daya tahan lebih baik terhadap serangan penyakit. Dari sisi efisiensi pemeliharaan, asupan pakan yang dibutuhkan relatif lebih hemat, namun tetap mampu menghasilkan produktivitas susu perah yang tinggi.
Perwakilan KUTT Suka Makmur mengungkapkan bahwa riset dan pemetaan genom sapi unggul ini—yang digarap bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan—kini telah rampung. Tahapan lanjutan saat ini telah memasuki proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau paten varietas ke kementerian terkait.
Dukungan regulasi juga menjadi sorotan dalam kunjungan tersebut. Komisi IV DPR RI saat ini dilaporkan tengah mengawal rancangan undang-undang terkait genetik nasional guna memproteksi plasma nutfah hayati, baik pada sektor peternakan maupun komoditas lainnya.
Mengenai ekspansi bibit, KUTT Suka Makmur saat ini masih berfokus pada penguatan populasi di sentra pembibitan lokal kawasan Grati dan Nguling. Meski demikian, pihak koperasi membuka pintu selebar-lebarnya bagi kabupaten maupun kota lain yang berminat mereplikasi genetik sapi Grati demi memperkuat target swasembada susu dan ketahanan pangan nasional.mut











