Malang, Bhirawa— Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker PMPTSP) kembali menggelar pameran kesempatan kerja (job fair) selama dua hari, 16–17 [Bulan]. Langkah strategis ini terus dijalankan sebagai upaya nyata pemerintah hadir menjembatani pencari kerja sekaligus menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Malang.
Plt Kepala Disnaker Kota Malang, Sugeng Prastowo, menjelaskan bahwa kegiatan job fair merupakan agenda rutin yang sangat krusial. Pasalnya, status Kota Malang sebagai kota pendidikan membuat jumlah angkatan kerja dan pencari kerja terus meningkat saban tahun.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada penghitungan TPT oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan metodologi BPS, pendataan TPT tidak hanya menyasar warga ber-KTP Kota Malang, tetapi juga masyarakat yang sudah berdomisili lebih dari satu tahun, termasuk para mahasiswa.
”Meskipun ini kegiatan rutin, tetap wajib kita laksanakan. Ini upaya strategis Pemkot Malang untuk mengurangi TPT. Secara garis besar ada dua langkah strategis: pertama, pemerintah membuka lapangan kerja; kedua, menjembatani dunia usaha dan dunia industri dengan pencari kerja,” ujar Sugeng saat ditemui di lokasi acara.
Untuk mengantisipasi penumpukan pengunjung (crowded), pelaksanaan teknis job fair tahun ini mengadopsi skema evaluasi tahun lalu. Acara dibagi menjadi dua sesi setiap harinya selama dua hari pelaksanaan.
Sugeng mengungkapkan, indikator keberhasilan job fair pada dasarnya bukan diukur dari banyaknya pencari kerja yang datang, melainkan dari ketersediaan lowongan pekerjaan yang berhasil dihimpun dari hasil job canvassing petugas Pengantar Kerja sejak satu hingga dua bulan sebelum acara.
”Alhamdulillah, di tengah efisiensi yang ada, kami berhasil menggaet 50 perusahaan yang tersebar hingga tingkat Jawa Timur, dengan total ketersediaan lowongan mencapai 1.697 posisi. Harapan kita seluruh lowongan ini bisa terisi penuh,” ungkapnya.
Meski demikian, Sugeng tidak memungkiri adanya tantangan (handicap) di lapangan, terutama terkait preferensi para pencari kerja. Sebagian besar pencari kerja cenderung memilih pekerjaan yang dinilai sudah mapan atau yang benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.
Terkait antusiasme peserta, hingga menjelang pembukaan acara, tercatat sebanyak 3.480 orang telah mendaftar secara daring. Pihaknya optimistis angka pendaftar terus melonjak hingga menembus 5.000 sampai 6.000 peserta sebelum pendaftaran resmi ditutup.
Mengenai tingkat keberhasilan penyerapan tenaga kerja, Sugeng menyebutkan bahwa histori pameran kerja di Kota Malang selalu menunjukkan hasil positif.
”Rata-rata penyerapan tenaga kerja dari job fair tahun-tahun sebelumnya berada di angka 80 hingga 90 persen,” pungkasnya.mut






