Tinggalkan Zona Nyaman, Puluhan Siswa PAUD At-Taqwa Bojonegoro Sukses Ikuti Outbound Tanpa Dampingan Ortu

PAUD At-Taqwa Mojokampung Gelar Outing

​BOJONEGORO, Bhirawaonline – Mengajarkan kemandirian serta keberanian pada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang menyenangkan. Langkah ini diterapkan oleh PAUD At-Taqwa Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, dengan mengajak para peserta didiknya mengikuti kegiatan outing class di Wisata Edukasi Mbedidhink Outbound, Kamis 15/10.

​Menariknya, para siswa diajak beraktivitas dan mencoba berbagai wahana baru secara mandiri tanpa didampingi oleh orang tua mereka.

​Kegiatan luar ruangan ini dirancang bukan sekadar rekreasi, melainkan ruang stimulasi komprehensif bagi anak usia dini. Di bawah arahan para pendidik dan instruktur terlatih, anak-anak diajak berinteraksi aktif dengan teman sebaya, mengenal lingkungan luar sekolah, serta melatih fisik melalui permainan edukatif.

​Pengelola PAUD At-Taqwa Mojokampung, Kusnatul Mawada, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan mengasah aspek psikomotorik, rasa percaya diri, hingga kematangan sosial emosional anak lewat pengalaman langsung (experiential learning).

​”Alhamdulillah, kegiatan ini terlaksana sesuai rencana bersama tim Mbedidhink. Melalui program ini, anak-anak belajar lebih mandiri karena berkegiatan tanpa didampingi orang tua. Terdapat stimulasi psikomotorik fisik, keberanian, hingga interaksi sosial,” ujar Kusnatul di sela-sela kegiatan.

​Kusnatul menambahkan, pembelajaran di luar kelas memberikan suasana baru yang menyegarkan sehingga anak tidak jenuh dengan rutinitas harian di ruang belajar. Beragam aktivitas gerak dan kerja sama tim secara alami mendorong anak untuk mampu mengelola emosi sekaligus memupuk rasa percaya diri di lingkungan asing.

​Menariknya,pihak pengelola Wisata Edukasi Mbedidhink Outbound memastikan seluruh rangkaian permainan disesuaikan dengan tingkat usia serta kemampuan fisik anak PAUD. Konsep yang diusung menekankan kenyamanan, keamanan, koordinasi motorik, dan kepatuhan terhadap instruksi sederhana tanpa memberikan tantangan yang membebani fisik siswa.

​Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pembelajaran pelengkap bagi satuan pendidikan usia dini di Bojonegoro guna mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara menyeluruh.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed