Malang, Bhirawa – Departemen Teknik Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) merambah kancah internasional melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Recycling Waste Cooking Oil into Soap and Candles”. Kegiatan ini berlangsung di Thammislam Foundation School, Nonthaburi, Thailand.
Didukung penuh oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Thailand, pelatihan edukatif ini diikuti puluhan guru dan siswa yang antusias mempelajari pemanfaatan limbah dapur menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketua Tim Pengabdian, Dr.Eng. Akhmad Adi Sulianto, STP., MT., M.Si., bersama Dr.Agr.Sc. Dimas Firmanda Al Riza, ST., M.Sc., memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk pembuangan minyak goreng bekas tanpa pengolahan.
“Satu liter minyak jelantah yang dibuang sembarangan ke saluran air berpotensi mencemari hingga satu juta liter air bersih dan merusak ekosistem sekitar,” jelas Akhmad Adi Sulianto di sela-sela kegiatan.
Melalui sesi praktik langsung, peserta diajarkan tahapan penyaringan, penjernihan, hingga formulasi minyak jelantah menjadi sabun cair, sabun padat, dan lilin aromaterapi.
Akhmad Adi menambahkan, program ini tidak sekadar mengedukasi masyarakat soal kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong prinsip ekonomi sirkular dan peluang kewirausahaan berbasis rumah tangga.
“Harapan kami, para guru dan siswa memiliki keterampilan wirausaha baru. Dari dapur sendiri, mereka bisa menghasilkan produk yang bernilai pakai maupun bernilai jual,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, tim pengabdian UB menyerahkan paket bahan pendukung berupa soda api, pewangi, cetakan sabun, dan sumbu lilin agar pihak sekolah dapat memproduksinya secara mandiri.
Perwakilan PCIM Thailand, Bachtiar Rivai, menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap program pendampingan serupa dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Inisiatif internasional ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mencakup SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).mut











