UM Terjunkan Tim Relawan Bencana ke Manggarai Timur, Beri Layanan Medis hingga Psikososial

Malang, Bhirawa—Universitas Negeri Malang (UM) melalui Tim Relawan Bencana terus melanjutkan respons tanggap darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Desa Watunggong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 30/8. Aksi kemanusiaan ini mencakup pelayanan medis darurat, Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial (DKMPS), edukasi kebencanaan, hingga pendirian tenda darurat.

​Guna mengoptimalkan penanganan, Tim Relawan UM membagi personel ke dalam dua kelompok kerja. Tim pertama bertugas memberikan pelayanan medis di Posko Kesehatan Desa Satar Nawang. Sementara itu, tim kedua fokus mendampingi DKMPS di Posko Utama Watunggong, Gereja Katolik Paroki Santo Eduardus, serta kawasan pemukiman sekitar.

​Pada pelayanan medis yang beroperasi pukul 08.00–16.00 WITA, tim berhasil menangani 186 penerima manfaat. Rincian pasien terdiri dari 12 balita, 21 anak-anak, 101 usia dewasa, dan 52 lansia. Layanan medis mencakup registrasi, anamnesis, pemeriksaan fisik dasar, pemantauan tanda-tanda vital, penanganan medis, distribusi obat, hingga edukasi kesehatan.

​Berdasarkan data pemeriksaan medis, terdapat empat penyakit yang paling dominan dijumpai pada warga terdampak:

​Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA): 54 kasus

​Gastritis / Dispepsia: 25 kasus

​Hipertensi Primer: 17 kasus

​Nyeri Pinggang: 14 kasus

​Selain penyakit tersebut, relawan medis juga menangani keluhan lain seperti nyeri sendi dan otot, luka ringan, alergi kulit, hingga demam.

Relawan UM bersama akrab bersama warga

Layanan Psikososial dan DKMPS

​Tidak hanya kesehatan fisik, UM memberi perhatian besar pada pemulihan psikologis warga. Melalui program DKMPS, tim melakukan skrining psikososial, asesmen, Psychological First Aid (PFA), konseling suportif, latihan pernapasan, serta teknik grounding. Dari total 112 peserta yang diperiksa, sebanyak 96 orang teridentifikasi mengalami kecemasan atau distres ringan, sedangkan 15 orang mengalami reaksi stres tingkat sedang.

​Pendampingan khusus juga diberikan kepada kelompok anak dan remaja. Sebanyak 104 anak mengikuti intervensi berbasis Art Therapy dan Play Therapy melalui media origami, melipat kertas, serta permainan visual. Metode ini diterapkan untuk meredakan trauma, mengurangi kecemasan, dan mengembalikan rasa aman anak pascabencana.

​Bantuan Hunian Darurat dan Dukungan SDGs8

​Memasuki sore hari, tim relawan bergotong royong mendirikan tenda darurat di Puskesmas Watunggong yang mengalami kerusakan struktur akibat gempa. Relawan juga menyisir pemukiman warga untuk membantu mendirikan tenda pengungsian mandiri di rumah-rumah yang dinilai tidak aman untuk dihuni.

​Langkah responsif yang dilakukan UM ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pemulihan masyarakat. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui penguatan ketahanan warga terhadap bencana.

​Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib, dan lancar dengan partisipasi aktif warga setempat. Ke depan, Tim Relawan Bencana UM akan terus memantau perkembangan kondisi fisik dan mental warga, serta berkoordinasi dengan instansi lokal jika diperlukan rujukan medis maupun psikososial lanjutan.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed