UMM Lestarikan Karakter Unggul Jarak Pagar JCUMM5

Malang, Bhirawa-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Lestarikan Karakter Unggul Jarak Pagar varietas JCUMM5 yang telah mengantongi Sertifikat Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) dari Kementerian Pertanian sejak 2018.

​Langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) berkala yang berlangsung di kebun budidaya seluas dua hektare di Dusun Dawuhan Dam, Desa KedungPengaron, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

​Kepala Sentral Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM, Nur Putri Hidayah, A.Md., S.H., M.H., mengungkapkan bahwa monev ini merupakan bagian dari kewajiban periodik pemegang hak PVT yang digelar setiap empat tahun sekali guna memastikan kepatuhan standar hukum dan kualitas genetik.

​”Tujuan pelaksanaan monitoring dan evaluasi adalah memastikan objek tanaman yang telah dimuliakan dan dilindungi masih memiliki karakteristik yang sama seperti saat pertama kali didaftarkan ke Kementerian Pertanian,” kata Putri.

​Dalam peninjauan lapangan tersebut, tim pemantau dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) melakukan verifikasi menyeluruh terhadap parameter fisik tanaman. Pengukuran detail mencakup tinggi tanaman, morfologi daun, panjang tangkai, hingga lekukan daun untuk disesuaikan dengan dokumen deskripsi awal varietas.

​Sementara itu, Pemulia Varietas JCUMM5, Dr. Ir. Agus Zainudin, M.P., memaparkan keunggulan teknis minyak jarak pagar hasil pemuliaan UMM dibanding komoditas pendukung bioenergi lainnya. Menurutnya, biodiesel berbasis minyak jarak memiliki keunggulan termal yang signifikan dibandingkan biodiesel berbasis minyak kelapa sawit.

Baca Juga:UMM Gelar ESC Award 2026, Mendorong Budaya Inovasi dan Solusi Kampus

​”Biodiesel berbasis minyak jarak pagar memiliki karakteristik yang lebih unggul dibandingkan minyak sawit karena memiliki Cloud Point (CP) sebesar 4,0°C dan Pour Point (PP) -3,0°C. Hal ini menjadikannya tahan terhadap suhu dingin dan tidak mudah mengkristal,” terang Agus.

​Agus menambahkan, komposisi asam lemak minyak jarak pagar JCUMM5 menghasilkan stabilitas oksidasi yang tinggi, kadar keasaman rendah, serta parameter Cold Filter Plugging Point (CFPP) yang ideal. Selain diolah menjadi biodiesel, varietas ini berpotensi besar ditransformasikan menjadi bioavtur dan biolubrikan. Budidayanya pun sangat strategis karena efisien di lahan kering maupun marginal tanpa mengganggu ketahanan pangan nasional.

​Merespons capaian riset tersebut, Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengapresiasi keberlanjutan pemuliaan JCUMM5 sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan transisi energi.

​”Apa yang dihasilkan Pak Agus Zainudin menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk peka terhadap persoalan bangsa. Dari kepedulian itu lahir kajian dan inovasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Salis.

​Manajemen UMM berharap keberhasilan perlindungan legal dan pemeliharaan mutu varietas JCUMM5 dapat memicu akselerasi komersialisasi serta hilirisasi produk riset perguruan tinggi, sekaligus memperkuat daya saing keilmuan akademisi di tingkat nasional maupun internasional.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *