UMM Gelar ESC Award 2026, Mendorong Budaya Inovasi dan Solusi Kampus

Malang, Bhirawa, – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar  Excellent Solution Center (ESC) Award 2026,  tahapan seleksi akhir ajang ini digelar di Rayz Hotel UMM pada Kamis (6/8).

​Sebanyak 23 nominator—terdiri dari 11 dosen dan 12 tenaga kependidikan (tendik)—mengikuti penilaian tahap akhir yang meliputi evaluasi portofolio, presentasi karya unggulan, hingga Focus Group Discussion (FGD). Seleksi ini dirancang untuk mengukur kapasitas peserta dalam menghadirkan inovasi yang dapat diimplementasikan langsung pada layanan akademik maupun administratif kampus.

​Ketua Panitia ESC Award 2026, Dr. Siti Maimunah, M.M., M.A., menjelaskan bahwa ajang ini merupakan bentuk transformasi dan rebranding dari pemilihan dosen dan karyawan berprestasi yang rutin digelar UMM. Langkah ini selaras dengan dibentuknya Service Excellence Hub sebagai ekosistem pendorong sivitas akademika agar menjadi bagian dari solusi institusi.

Baca Juga:Pakar Kedokteran UMM Ingatkan Pentingnya Jalan Kaki dan Peregangan

​”Dulu namanya pemilihan dosen dan karyawan berprestasi. Sekarang kami melakukan rebranding menjadi UMM Excellent Solution Center Award karena UMM sedang membangun Service Excellence Hub sebagai wadah memecahkan berbagai persoalan kampus. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada upacara 17 Agustus mendatang,” ujar Siti Maimunah.

​Siti menambahkan, hasil dari ajang ini tidak sekadar pengakuan prestasi individu, melainkan upaya menemukan praktik-praktik terbaik (best practices) yang dapat direplikasi untuk memperkuat tata kelola, mutu layanan, serta budaya kerja di UMM.

​Sistem penilaian dalam ESC Award 2026 juga diperbarui disesuaikan dengan kompetensi jabatan. Penilaian dosen berfokus pada empat pilar: pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Sementara bagi tenaga kependidikan, kategori dibagi menjadi tiga klasifikasi utama, yakni inovatif, inspiratif, dan adaptif.

​Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Majelis Guru Besar UMM, Prof. Dr. Tobroni, M.Si., yang hadir mewakili Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. Ia mengapresiasi para finalis yang dinilainya sebagai motor penggerak perubahan.

​”Perguruan tinggi yang baik tidak cukup hanya melakukan inovasi, tetapi juga harus melakukan ekspansi. Inovasi dan ekspansi menjadi dua kata kunci agar UMM tetap menjadi perguruan tinggi yang leading di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Tobroni.

​Para pemenang ESC Award 2026 nantinya tidak hanya memperoleh penghargaan internal, tetapi juga diproyeksikan menjadi perwakilan UMM dalam ajang pemilihan dosen dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Melalui ajang ini, UMM optimistis mampu membangun ekosistem kerja yang kokoh, kolaboratif, dan berdaya saing global.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *