UMM Resmikan Pusat Studi Supply Chain

 

Kota Malang, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) makin mengukuhkan perannya sebagai Solution Center Excellence dengan meresmikan Pusat Studi Supply Chain, Rabu (29/7). Pusat studi bertaraf internasional ini didesain untuk menghadirkan solusi riset lintas disiplin dalam menjawab tantangan rantai pasok global.

Ketua Pusat Studi Supply Chain UMM, Prof. Ir. Ilyas Masudin, ST., M.LogSCM., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menegaskan pentingnya integrasi rantai pasok holistik di era persaingan global. Menurutnya, keberhasilan industri saat ini sangat bergantung pada efisiensi distribusi produk dan jasa.

​”Siapa yang bisa mengoptimalkan rantai pasoknya, dia yang menjadi pemenang. Kita tidak lagi hanya berbicara tentang local optimum, tetapi bagaimana mencapai global optimum melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi,” tegas Prof. Ilyas.

Baca Juga;PP Muhammadiyah dan UMM Resmikan Mentari Mart Pertama di Jember

​Ia menjelaskan, pusat studi ini mengusung konsep kolaborasi multidisiplin yang melibatkan berbagai program studi, mulai dari Teknik Industri, Manajemen, Agribisnis, Informatika, hingga Ilmu Kesehatan. Pendekatan ini disiapkan untuk memperluas wawasan akademis sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis sebelum memasuki dunia kerja.

​”Mahasiswa akan mendapatkan manfaat besar, baik secara keilmuan maupun pengalaman. Kami berharap sebelum lulus mereka sudah memiliki insight mengenai perkembangan rantai pasok secara global,” tambahnya.

​Guna memperkuat jangkauan riset, UMM menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perguruan tinggi ternama dunia, seperti Kyoto University di Jepang dan National University of Singapore (NUS). Selain itu, kolaborasi riset bersama Mahidol University Thailand juga telah berhasil mengamankan hibah penelitian internasional.

​Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menyampaikan bahwa pembentukan pusat studi ini menjadi wadah konsolidasi program Center of Excellence (CoE) yang sebelumnya tersebar di berbagai fakultas.

​”Melalui pusat studi ini, kami menyatukan berbagai kajian interdisipliner yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Harapannya, pusat studi ini tidak hanya menjadi rujukan utama riset rantai pasok, tetapi juga mampu melahirkan inovasi hingga program studi baru yang relevan dengan kebutuhan bangsa,” ungkap Salis.mut

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *