Malang, Bhirawa-Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026. Ribuan peserta siap menjadi generasi pemimpin masa depan pada even yang dihelat Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) PWM Jawa Timur pada Sabtu (8/8).
Mengusung tema “The Rise of Muhammadiyah Youth Generation for Future Leader”, gelaran kompetisi pendidikan tingkat nasional ini sukses menyedot perhatian lebih dari 3.000 peserta yang berasal dari 217 sekolah dan madrasah se-Indonesia.
Ajang tahunan ini menghadirkan beragam cabang perlombaan untuk menguji kreativitas dan intelektual para siswa. Mulai dari esai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, business plan, robotika, ISMU, hingga olimpiade Matematika, IPA/Kimia, dan IPS/Ekonomi. Tak hanya bagi pelajar, ME Awards 2026 juga memberikan apresiasi khusus bagi sekolah dan insan pendidikan melalui kategori School Magazine, School Website, Guru Berprestasi, hingga Inovasi Media Pembelajaran Digital.
Rangkaian kompetisi tersebut menjadi ruang strategis bagi peserta untuk mengasah kemampuan, menunjukkan prestasi, sekaligus membangun pengalaman nyata. Upaya ini diproyeksikan untuk menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang unggul dan siap menjadi calon pemimpin masa depan, sekaligus menjadi bentuk akselerasi peningkatan kualitas pendidikan Muhammadiyah secara nasional.
Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PWM Jawa Timur, Prof. Dr. Khozin, M.Si., menyampaikan bahwa ME Awards bukan sekadar ajang kompetisi biasa. Ajang ini merupakan ruang bersama untuk merayakan semangat belajar, prestasi, dan dedikasi insan pendidikan Muhammadiyah, khususnya di Jawa Timur.
Menurut Khozin, setiap penyelenggaraan ME Awards selalu menghadirkan harapan baru bagi perkembangan pendidikan Muhammadiyah. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang berkembang, guru yang bekerja dengan penuh ketulusan, serta peserta didik yang berani bermimpi dan menghasilkan karya terbaik.
“Dari ruang-ruang pendidikan itulah lahir generasi muda Muhammadiyah yang memiliki kecerdasan, kepedulian, dan karakter kuat untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema yang diusung tahun ini menjadi ajakan kolektif untuk menumbuhkan keyakinan bahwa generasi muda Muhammadiyah memiliki potensi besar menjadi pemimpin pada zamannya. Mereka dituntut memiliki keberanian untuk belajar, kemampuan beradaptasi, serta keteguhan nilai dalam menghadapi perubahan dunia yang cepat.
“Pendidikan Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk menyiapkan generasi yang mampu menjaga idealisme sekaligus memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Bendahara PWM Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin, menilai keterlibatan langsung dalam atmosfer kompetitif ME Awards menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan diri pelajar. Setiap peserta memperoleh pengalaman langsung yang mendorong mereka mengenali batas kemampuan sekaligus memacu kualitas diri.
“Kuncinya bagaimana kita terus melakukan perjalanan peningkatan pengalaman dan pengetahuan, agar senantiasa menjadi perjalanan peningkatan kebaikan demi kebaikan,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa ME Awards menjadi momentum strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan inovatif melalui kolaborasi antarsekolah dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA).
“Betapa perlunya kita melakukan transformasi mindset untuk terus bersinergi membangun kader-kader yang unggul di bidang sains dan humaniora, yang siap mengambil peran lebih besar bagi bangsa di masa depan,” pesan Rektor UMM.
Pelaksanaan ME Awards 2026 di Kampus Putih UMM ini semakin menegaskan komitmen persyarikatan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ke depan, ajang ini diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai kompetisi, melainkan menjelma menjadi ruang inkubasi gagasan, penguatan karakter, dan pembentukan calon pemimpin masa depan.mut









