Usung Tema ‘Garda Swarna’, KCS SMK PGRI 3 Malang Cetak Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas

Foto bersama siswa dan sejumlah pejabat menandai Rangkaian Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39 SMK PGRI 3 resmi dimulai

Kota Malang, Bhirawa

SMK PGRI 3 Malang resmi membuka rangkaian Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39—atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)—Tahun Ajaran 2026/2027. Upacara pembukaan yang diikuti oleh 987 peserta didik baru ini digelar meriah di halaman Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (2/7/2026).

​Tahun ini, KCS SMK PGRI 3 Malang mengusung tema “Garda Swarna”. Tema tersebut membawa semangat mendalam untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, kompeten, berakhlakul karimah, serta siap menjadi pelopor perubahan menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim, S.T., M.M., menjelaskan bahwa pemilihan nama “Garda Swarna” memiliki representasi filosofis yang kuat bagi para siswa baru atau yang akrab disebut Skariga Muda.

​“Garda melambangkan Skariga Muda yang siap menjadi garda terdepan pelopor perubahan. Sedangkan Swarna yang berarti emas dalam bahasa Sanskerta, menggambarkan kejayaan, kemurnian niat, kesuksesan, dan cita-cita luhur menuju Indonesia Emas,” ujar Dr. Lukman.

​Ia menambahkan, tingginya jumlah peserta didik baru tahun ini menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat. Siswa baru Skariga tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur saja, melainkan tersebar dari 18 provinsi di Indonesia.

​Salah satu momen ikonik dalam apel pembukaan ini adalah ritual penuangan air ke atas kanvas putih oleh Kepala Sekolah bersama para tamu undangan. Saat air mengalir, perlahan muncul tulisan “Garda Swarna”. Ritual ini menyimbolkan bahwa siswa baru datang layaknya kanvas putih yang siap diwarnai dengan ilmu, karakter, pengalaman, dan budaya kerja.

​Usai apel, seluruh peserta melakukan “pengembaraan” dengan berjalan kaki dari Unisma menuju kampus SMK PGRI 3 Malang untuk langsung mengikuti kegiatan gemba (pengenalan budaya industri) di bengkel kompetensi keahlian masing-masing.

​Guna memperkuat pembinaan mental dan hukum, sekolah menggandeng berbagai instansi eksternal sebagai narasumber, mulai dari Polresta Malang Kota, BNN, Kejaksaan Negeri Malang, hingga Komisi Nasional Perlindungan Anak. Selain itu, sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan, SMK PGRI 3 Malang meluncurkan program pembagian 1.000 tumbler kepada masyarakat guna menekan sampah plastik sekali pakai.

​Apresiasi Dinas Pendidikan Jatim

Kegiatan KCS ini dibuka langsung oleh Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang, Frenky Minggaryana Dwi Putra. Frengky mengapresiasi inovasi program KCS SMK PGRI 3 Malang yang sukses menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sekolahnya melalui penguatan karakter yang terukur.

​“Praktik baik (best practice) di SMK PGRI 3 Malang ini diharapkan dapat menjadi role model yang bisa diadopsi oleh sekolah-sekolah lain sesuai karakteristiknya masing-masing,” kata Frenky.

​Frenky juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Ia meminta seluruh satuan pendidikan mengoptimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) guna meminimalkan potensi konflik dan perundungan (bullying) sejak dini.

​Turut hadir dalam perhelatan ini Ketua Perwakilan YPLP PGRI Kota Malang Drs. Anton Henawanto, M.Pd., Ketua PGRI Kota Malang Agus Wahyudi, S.Pd., M.Pd., Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta, serta perwakilan pejabat BAKPTI Unisma.mut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *