Wamenhaj Azar Simanjuntak berada dikediaman H.Muhaimin Jum at 12/6
Kota Malang, Bhirawa
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Azar Simanjuntak, memberikan apresiasi tertinggi atas dedikasi dan integritas H. Muhaimin, wartawan asal Kota Malang yang saat ini tengah mengemban tugas negara sebagai petugas haji Media Center Haji (MCH) di Daerah Kerja (Daker) Bandara, Arab Saudi.
Meski duka mendalam menggelayuti perasaan Muhaimin setelah sang istri, Diana Mafullah, wafat di tanah air, ia memilih tegar dan tetap melanjutkan tanggung jawabnya melayani jemaah haji di tanah suci hingga operasional selesai.
Hal ini ditegaskan Wamenhaj Azar Simanjuntak usai bertakziah langsung ke rumah duka di Kota Malang. Jum at 12/6.
Kehadiran Wamenhaj tidak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril yang nyata dari institusi baru Kementerian Haji dan Umrah bagi keluarga besar petugasnya.
”Kehilangan istri tentu bukan hal yang mudah. Namun, beliau memilih untuk tetap menunaikan tanggung jawab sampai selesai di tanah haram. Bagi kami di Kementerian Haji dan Umrah, dedikasi inilah yang kami sebut dengan integritas. Sebuah contoh yang sangat baik bagi seluruh petugas haji,” ujar Azar Simanjuntak dengan nada penuh rasa hormat.
Azar menjelaskan, Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen membangun institusi berlandaskan rasa kekeluargaan yang erat. Baik petugas maupun jemaah haji, dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling menopang.
”Petugas haji adalah bagian dari personal kami, bagian dari keluarga besar. Oleh sebab itu, duka yang dialami oleh Muhaimin adalah duka kami juga. Itulah mengapa saya langsung hadir ke kediaman beliau hari ini,” imbuhnya.
Dalam kunjungannya, Wamenhaj sempat berbincang dan memberikan suntikan motivasi kepada Nia, putri tunggal Muhaimin dan almarhumah Diana Mafullah. Saat ini, Nia didampingi dan dijaga oleh keluarga besarnya di Malang dalam kondisi sehat.
”Tadi saya mendengar bahwa Nia ini ternyata seorang atlet taekwondo perempuan. Insya Allah, mudah-mudahan ke depan anak Muhaimin ini bisa terus berprestasi dan membanggakan,” doa Wamenhaj.
Lebih lanjut, Wamenhaj memaparkan bahwa tugas yang diemban Muhaimin di Daker Bandara tergolong yang paling berat dengan masa operasional paling lama. Berada di Arab Saudi selama lebih dari 70 hari, Muhaimin baru dijadwalkan kembali ke Indonesia pada tanggal 2 Juli mendatang.
Mobilitas tugasnya sangat tinggi, berpindah dari Jeddah ke Makkah, kembali ke Jeddah, dan menjelang pertengahan Juni ini akan bergerak ke Madinah untuk mengawal fase pemulangan jemaah haji gelombang kedua ke tanah air.
”Selain mengabarkan berita, wartawan di sana secara otomatis juga ikut membantu dan melayani jemaah secara langsung. Tugas-tugas ini ditunaikan Muhaimin dengan penuh dedikasi, ikhlas, dan tawakal,” jelasnya.
Wamenhaj berharap sikap profesional dan keteguhan hati yang ditunjukkan oleh Muhaimin dapat menjadi teladan nasional, khususnya dalam proses evaluasi dan rekrutmen petugas haji di masa-masa yang akan datang.
”Orang Malang ternyata punya dedikasi yang sangat tinggi. Ini bisa menjadi contoh bagi seluruh petugas haji Indonesia ke depan, dan khususnya menjadi kebanggaan bagi teman-teman wartawan di Malang. Inilah yang dinamakan integritas, melunasi tanggung jawab sampai tuntas,” pungkas Azar.mut










