Malang, Bhirawa-Komitmen mencetak tenaga pendidik yang tanggap terhadap persoalan sosial dibuktikan oleh 203 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bertempat di Aula BAU Kampus III UMM, para calon guru profesional Gelombang 1 Tahun 2026 Angkatan 2025 tersebut menggelar pameran hasil karya Projek Kepemimpinan, Selasa 27/10.
Ketua Tim Kerja PPG UMM, Prof. Dr. Sugiarti, M.Si., menuturkan bahwa ratusan peserta terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar (rombel) dari Program Studi PGSD, Pendidikan Bahasa Indonesia, serta PPKn. Melalui tema “Meneguhkan Jiwa Kebangsaan, Mengabdi Karya Inovatif Calon Guru Profesional”, kegiatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan potensi lokal, pelestarian kultur daerah, dan media edukasi aplikatif.
”Gelar karya ini bukan sekadar pameran hasil akademik, melainkan manifestasi kegiatan yang berdampak langsung. Pendidik masa depan harus memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh dan mampu menggerakkan ekosistem pendidikan melalui karya kreatif,” ungkap Sugiarti.
Di lokasi acara, pengunjung disuguhkan tujuh stan tematik dengan fokus garapan yang beragam. Stan Suvagatam mengangkat permainan tradisional dan seni batik, Pranatara menyelaraskan unsur alam dan kearifan lokal, serta stan Agroeduvation yang mengolah sektor pertanian. Stan Hamemayu Hayuning Bawana, Nature to Future, Harmoni Kreatif, hingga Harmoni Kreasi menyuarakan kepedulian lingkungan, mulai dari isu konservasi hutan hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Aksi pemberdayaan kelompok rentan mencuat di stan Widyakarya. Mahasiswa memamerkan tas jinjing (tote bag) corak jumputan dan ecoprint, pengharum ruangan sari mawar, serta lilin aromatik berbahan baku minyak jelantah.
Perwakilan stan Widyakarya, Gilang Maulana Jauza, menyebutkan bahwa kreasi suvenir tersebut diproduksi lewat kolaborasi intensif bersama anak-anak disabilitas di Yayasan Anak Bangsa, Sawojajar, Kota Malang, guna membuka kemandirian ekonomi yayasan.
Langkah serupa dihadirkan stan Pranatara binaan mahasiswa kelas PGSD 5. Bermitra dengan kader PKK RW 3 Kota Lama, PKK Kecamatan Wagir, dan perkumpulan perempuan di Dau, mereka berhasil mendaur ulang limbah rumah tangga menjadi lilin air (water candle) dan sabun berbahan ekstrak kulit jeruk, hingga mengolah komoditas panen berlebih menjadi abon pepaya. Selain produk olahan, stan ini turut menyajikan aneka media ajar interaktif seperti permainan digital serta panggung wayang mini untuk siswa sekolah dasar.
Rangkaian pameran juga diperkuat dengan seminar edukasi bertema pembelajaran bermakna, kewarganegaraan digital, dan ekosistem sekolah aman yang disampaikan oleh Guru Besar FKIP UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur Periode 2022–2027, Dra. Hj. Rukmini Amar, M.AP., yang hadir sebagai pembicara menegaskan bahwa guru berkemajuan memikul amanah ideologis untuk merawat nilai Pancasila dan menumbuhkan karakter generasi muda yang cerdas sekaligus toleran.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yumiardi, S.Psi., M.Psi., Ph.D., mengingatkan bahwa panggilan utama seorang pendidik berpijak pada keteladanan konkret di tengah realitas masyarakat.
”Pendidikan terbaik tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi lewat keteladanan. Guru dituntut terus berinovasi menjawab persoalan masyarakat dengan menjaga budaya literasi agar pembelajaran selalu relevan dengan zaman,” tutur Salis. mut






