Malang, Bhirawa — Kader PDI Perjuangan Kota Malang terus membumikan kerja-kerja pengabdian kepada masyarakat pascapesta demokrasi. Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret lewat dukungan terhadap agenda bertajuk “Inisiasi Kampung Ramah Lingkungan: Panduan Praktis bagi Perwakilan Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Organik” yang digelar bersama jajaran pengurus partai dan konstituen di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Agenda edukatif yang menyasar penanganan persoalan sampah rumah tangga ini menghadirkan tokoh senior perempuan partai sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., sebagai pembicara kunci.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, H. Ahmad Wanedi, yang hadir mendampingi jalannya kegiatan menegaskan bahwa program edukasi lingkungan berbasis kerakyatan ini merupakan wujud nyata kerja kepartaian yang sesungguhnya. Menurutnya, setelah seluruh dinamika politik elektoral rampung dan konsolidasi struktur organisasi tuntas, tugas utama kader adalah kembali menyatu dengan denyut nadi masyarakat.
”Setelah agenda politik selesai dan organisasi partai tertata rapi, tugas berikutnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Apa yang diinisiasi oleh Bu Untari ini menjadi bagian dari pengabdian bersama yang harus kita sukseskan. Kader harus hadir membawa solusi atas problem riil warga, salah satunya lewat pengelolaan lingkungan,” tegas Wanedi di hadapan jajaran pengurus PAC dan Ranting se-Kecamatan Lowokwaru, di Cafe Setumpuk Minggu 1/11.
Wanedi memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Dr. Sri Untari Bisowarno MAP, dalam mengawal aspirasi warga Malang Raya. Ia menilai Untari sebagai figur kader ideologis yang konsisten merawat basis dan pantang berjarak dengan masyarakat bawah.
”Beliau ini kader asli PDI Perjuangan yang rekam jejaknya jelas. Lowokwaru punya, Kota Malang punya, Jawa Timur punya,” puji Wanedi.
Tak hanya berbicara soal teknis lingkungan, Wanedi juga menyelipkan pesan moral yang mendalam bagi seluruh kader yang hadir. Ia mengingatkan pentingnya etika politik, kerendahan hati, serta soliditas barisan. Kader diinstruksikan untuk tidak melupakan mandat rakyat yang telah mengantarkan partai hingga posisi saat ini.
”Jangan sampai seperti pribahasa kacang lali karo kulite. Falsafah becik ketitik, olo ketoro itu nyata. Tetap pegang prinsip Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti menang. Yang terpenting bagi kita adalah menjaga persatuan dan kesatuan untuk melayani rakyat tanpa pamrih,” tandasnya lugas.
Sementara itu, Dr. Sri Untari Bisowarno menekankan bahwa pengelolaan sampah organik berbasis komunitas merupakan langkah strategis untuk menekan volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Melalui pelatihan pemilahan dan metode komposting sederhana, sampah organik rumah tangga dapat disulap menjadi pupuk bernilai guna sekaligus mendukung ketahanan pangan skala lokal.
Melalui program perintisan Kampung Ramah Lingkungan ini, perwakilan warga dan jajaran kader di tingkat ranting diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis pengolahan sampah mandiri, tetapi juga tampil sebagai motor penggerak lingkungan bersih, asri, dan berkelanjutan di wilayahnya masing-masing.mut






