Sinergi untuk Kemajuan,” kegiatan ini dihadiri langsung oleh tiga pimpinan daerah:
Kota Malang, Bhirawa
Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menjadi momentum bersejarah bagi integrasi pengelolaan sumber daya air di Malang Raya. Mengusung tema “Sinergi untuk Kemajuan,” kegiatan ini dihadiri langsung oleh tiga pimpinan daerah: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Bupati Malang HM Sanusi, dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, di Kantor Pusat Tugu Tirta, Kamis (18/12).
Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo, menegaskan bahwa kehadiran tiga pimpinan daerah ini bukan sekadar seremoni. Ini merupakan simbol keharmonisan dan runtuhnya sekat ego sektoral demi pelayanan publik yang lebih prima bagi seluruh warga Malang Raya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Tugu Tirta yang berhasil mengonsolidasi pimpinan daerah dalam satu meja. Menurutnya, langkah ini adalah perwujudan nyata dari konsep “Senyawa Malang Raya.”
”Hari ini kita mencatatkan sejarah baru dengan melepas ego administratif. Permasalahan air yang dulu mungkin terasa pelik, kini kita selesaikan melalui komunikasi yang cair dan informal. Komitmen kita satu: kebutuhan air warga Malang Raya adalah prioritas utama,” tegas Wahyu.
Wahyu menambahkan, sinergi ini selaras dengan visi “Mbois Berkelas” yang ia usung bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin, khususnya dalam penguatan infrastruktur perkotaan sebagai salah satu dari lima program unggulan mereka.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Malang HM Sanusi menekankan pentingnya kolaborasi hulu-hilir. Mengingat mayoritas sumber air berada di wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu, ia mengajak semua pihak untuk memiliki rasa tanggung jawab yang sama dalam menjaga kelestarian alam.
”Selamat ulang tahun ke-51 Tugu Tirta. Karena air di Kota Malang ini bersumber dari wilayah tetangga, mari kita jaga bersama agar manfaatnya terus berkelanjutan bagi masyarakat luas,” tutur Sanusi.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menitipkan pesan ekologis yang mendalam kepada jajaran direksi Tugu Tirta. Ia menekankan bahwa keberlanjutan pasokan air sangat bergantung pada kesehatan ekosistem di wilayah hulu.
”Kami di Kota Batu adalah penyuplai. Harapan kami, mari jaga ekologi demi ekonomi. Jangan sampai kita meninggalkan air mata untuk anak cucu, melainkan wariskanlah mata air. Saya minta Pak Dirut (Priyo Sudibyo) untuk terus aktif melakukan penghijauan di wilayah Batu,” pesannya.
Puncak peringatan HUT ini juga diwarnai dengan aksi fisik yang sarat makna: Lari maraton 51 KM. Rute ini dimulai dari titik sumber air di Kota Batu dan berakhir di Kantor Pusat Tugu Tirta di Kota Malang. Selain itu, digelar pula kategori lari 7 KM yang diikuti dengan antusias oleh masyarakat umum.
Wali Kota Wahyu Hidayat bersama Wakil Wali Kota Ali Muthohirin berkesempatan menyerahkan medali emas kepada para pelari yang berhasil menuntaskan rute simbolis tersebut.
”Lari ini adalah sebuah napak tilas. Kita diingatkan kembali dari mana air berasal—melalui perjalanan puluhan kilometer dari sumber di Batu hingga sampai ke pelanggan. Ini adalah pengingat betapa berharganya setiap tetes air yang kita kelola,” pungkas Wahyu.mut





