Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama siswa MAN 2 Malang
Malang, Bhirawa
Kualitas tata kelola pendidikan dan deretan prestasi bereputasi internasional yang diukir civitas akademika MAN 2 Kota Malang kembali mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat.
Bertempat di aula utama madrasah setempat, civitas akademika menyambut hangat kunjungan kerja sekaligus dialog interaktif bersama Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, B.A., M.Sc.
Hadir mendampingi Wamendag dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Malang H. Achmad Shalfan, jajaran pimpinan OPD Pemkot Malang, jajaran pimpinan madrasah, serta ratusan siswa-siswi kelas XI dan XII.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., memaparkan perjalanan panjang rekam jejak dan transformasi kelembagaan yang dipimpinnya. Berdiri sejak tahun 1956 sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA), lembaga ini berkembang menjadi MAN 3 Malang pada tahun 1992, hingga akhirnya resmi bertransformasi menjadi MAN 2 Kota Malang pada tahun 2018.
”Saat ini MAN 2 Kota Malang membina 1.572 siswa dari seluruh pelosok Tanah Air, mulai Aceh hingga Papua. Sebanyak 700 siswa di antaranya menempuh pendidikan berbasis asrama di Ma’had Al-Qalam. Seluruh kegiatan pembelajaran dikawal penuh oleh 217 guru dan tenaga kependidikan,” ujar Samsudin.
Lautan Prestasi Nasional dan Internasional
Di hadapan Wamendag dan Wali Kota Malang, Samsudin membeberkan capaian prestasi anak didiknya yang sangat membanggakan. Sepanjang tahun 2025 saja, madrasah ini berhasil memanen 1.139 trofi dan penghargaan dari berbagai tingkatan kompetisi.
Atas capaian fantastis tersebut, Kementerian Agama RI memberikan anugerah apresiasi kepada MAN 2 Kota Malang sebagai madrasah penyumbang medali internasional terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.
Tak hanya itu, MAN 2 Kota Malang juga mengukuhkan dominasinya di kancah nasional dengan menyabet gelar Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) serta Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama dua tahun berturut-turut, termasuk pada OPSI 2026.
Di level jejaring global, MAN 2 Kota Malang kian diperhitungkan. Madrasah ini dinobatkan sebagai sekolah mitra Pendidikan Australia-Indonesia melalui kemitraan Bridge Australia, serta resmi terpilih sebagai salah satu Sekolah Garuda Transformasi Indonesia.
Samsudin turut merinci rentetan prestasi internasional paling gres yang diraih para siswanya.
Medali Perunggu IChO Uzbekistan: Diraih oleh siswa bernama Ananda Khasan pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) di Uzbekistan.
Medali Perak Riset Internasional Lithuania: Diraih tim siswa yang kini telah diterima melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Persiapan Ajang Dunia: Siswi bernama Salma tengah bersiap mengikuti olimpiade internasional JINR di Italia, sementara tim madrasah lainnya tengah mematangkan persiapan untuk berlaga di IJSO Global di London pada 2–6 Oktober mendatang.
Melalui deretan capaian ini, MAN 2 Kota Malang terus membuktikan komitmennya sebagai madrasah unggulan yang tak hanya berjaya di tingkat lokal dan nasional, namun juga mampu bersaing di panggung pendidikan dunia. mut.






