UB Gelar Skrining Kesehatan Mental Serentak Bagi 17 Ribu Mahasiswa Baru

Malang, Bhirawa-Sebanyak 17.000 calon mahasiswa baru (camaba) Universitas Brawijaya (UB) tahun akademik 2026/2027 mengikuti tes skrining kesehatan mental secara serentak di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit, Malang.

​Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin (3/8) hingga Jumat (7/8) ini digelar untuk memastikan para mahasiswa baru dapat beradaptasi dan menjalani proses pembelajaran secara optimal di kampus.

​Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB, Dian Sudiono Putri, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan mental secara tatap muka dan serentak dalam skala besar ini merupakan momen perdana bagi UB.

​Baca Juga: Mahasiswa FTAB UB Kenalkan Mesin Pencacah Sampah Berbasis Flywheel di Samaan

”Sebelumnya mungkin pernah dilaksanakan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini menjadi agenda perdana karena mereka harus hadir langsung di kampus dan menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru,” ujar Dian.

​Dian menegaskan, langkah ini merupakan bentuk pencegahan serta deteksi dini yang disiapkan pihak rektorat dalam mengawal kondisi psikologis mahasiswa sepanjang masa perkuliahan.

​“Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi menurun di semester pertengahan. Pihak kampus ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani masalah kesehatan mental mahasiswa sejak dini,” ungkapnya.

​Untuk menjaga otentisitas data, kuesioner yang disusun khusus oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB tersebut diisi secara langsung di lokasi. Seluruh proses pemeriksaan ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya.

​Selama proses pengisian, LKM melibatkan panitia mahasiswa untuk mendampingi peserta dan menekankan pentingnya kejujuran dalam menjawab kuesioner.

Baca Juga :Mahasiswa FTAB UB Kenalkan Mesin Pencacah Sampah Berbasis Flywheel di Samaan

​”Tim panitia memastikan kepada mahasiswa bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan tidak ada istilah benar atau salah. Hasil tes ini bukan untuk membeda-bedakan mahasiswa, melainkan agar kampus memiliki data awal untuk memberikan pendampingan jika diperlukan,” tambah Dian.

​Langkah ini mendapat apresiasi positif dari para calon mahasiswa baru. Ana, camaba dari Fakultas Kedokteran (FK), menilai tes kesehatan mental sangat krusial dan berharap pihak kampus segera memberikan intervensi atau fasilitas penanganan medis/psikologis bagi mahasiswa yang terindikasi membutuhkan bantuan.

​Sebagai informasi, rangkaian skrining kesehatan mental ini dilaksanakan berbarengan dengan tes urine (NAPZA) serta pembagian jas almamater. Ke depan, Universitas Brawijaya merencanakan pemeriksaan kesehatan mental secara berkala setiap semester atau enam bulan sekali demi menjaga kesejahteraan mental civitas akademika.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *