Malang, Bhirawa— Universitas Widya Gama (UWG) Malang terus menanamkan budaya inovasi dan prestasi kepada para mahasiswa sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di perguruan tinggi. Pesan penting ini mengemuka dalam sesi ketiga Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UWG Malang yang berlangsung di Hall Widya Graha Kampus 2 UWG Malang, Senin 14/9.
Pada sesi tersebut, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan materi mengenai Penelitian dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Materi ini disampaikan langsung oleh dosen Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UWG Malang, Arif Rizky Fadhilah ST MT, dengan dimoderatori oleh Hanifatus Sahro SP MP MBA.
Di hadapan para mahasiswa baru, Arif menegaskan bahwa PKM bukan sekadar kegiatan penyusunan proposal semata. PKM merupakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, cara berpikir kritis, kepekaan terhadap persoalan lingkungan sekitar, hingga kemampuan bekerja dalam tim.
Materi PKM yang disampaikan mengajak maba untuk mengubah persoalan nyata menjadi gagasan kreatif yang membawa solusi serta dampak nyata bagi masyarakat. Arif merumuskan formula sederhana kepada mahasiswa: Masalah Nyata + Solusi + Kreativitas + Dampak = Ide PKM.
Dari Masalah Sekitar Menjadi Ide Besar
Arif mendorong mahasiswa baru agar melatih kepekaan terhadap berbagai masalah di lingkungan sekitar. Ide PKM dapat dimulai dari langkah sederhana: mengamati masalah yang relevan, mencari akar penyebabnya, merumuskan solusi kreatif, mengembangkan konsep, hingga menyusunnya menjadi proposal PKM yang solid.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan beragam skema bidang PKM yang dapat disesuaikan dengan minat dan passion masing-masing, antara lain:
PKM-RE (Riset Eksakta) & PKM-RSH (Riset Sosial Humaniora)
PKM-K (Kewirausahaan) & PKM-PM (Pengabdian kepada Masyarakat)
PKM-PI (Penerapan Iptek) & PKM-KC (Karsa Cipta)
PKM-KI (Karya Inovatif) & PKM-VGK (Video Gagasan Konstruktif)
PKM-GFT (Gagasan Futuristik Tertulis) & PKM-AI (Artikel Ilmiah)
Tidak Perlu Menunggu Semester Tinggi
Salah satu poin penting yang ditekankan kepada maba UWG Malang adalah partisipasi PKM tidak harus menunggu hingga mahasiswa berada di semester tinggi. Mahasiswa semester pertama maupun kedua sudah bisa mulai mencari ide, membentuk tim, dan merancang gagasan.
”Mulai lebih awal, peluang lebih besar,” tegas Arif dalam pemaparannya.
Sejak awal perkuliahan, mahasiswa diarahkan untuk tidak hanya fokus mengejar nilai akademik semata, tetapi juga aktif membangun pengalaman, jejaring, portofolio, kreativitas, dan prestasi hingga mampu menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
Riset yang Berdampak dan Kekuatan Kolaborasi
Selain menjelaskan perbedaan antara penelitian dan PKM, Arif menekankan bahwa hasil riset mahasiswa tidak boleh berhenti hanya sebagai laporan atau publikasi kertas. Melalui PKM, hasil riset dapat ditransformasikan menjadi produk, layanan, prototipe, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Keberhasilan PKM juga sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara mahasiswa, dosen pendamping, dan komitmen tim. Melalui kerja sama tim, mahasiswa dapat saling melengkapi keahlian dan berbagi peran untuk menghasilkan karya yang maksimal.
Melalui PKKMB ini, UWG Malang menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang berani menciptakan inovasi. Berawal dari ide di bangku kuliah, lahir inovasi yang memberikan dampak nyata serta bermuara pada prestasi.mut






