Malang, Bhirawa— Kebutuhan mahasiswa akan ruang pendampingan akademik, pengembangan karier, hingga pengelolaan tekanan mental direspons nyata oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB). FIA UB resmi meluncurkan fasilitas Mindfulness Corner sebagai ruang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa.
Peresmian Mindfulness Corner digelar pada di Kampus FIA UB, Malang. Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat ekosistem kampus yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga kesejahteraan mental civitas akademika.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menjelaskan bahwa Mindfulness Corner memiliki jangkauan fungsi yang luas. Tempat ini tidak sekadar menangani isu kesehatan mental, melainkan juga wadah konsultasi minat bakat, pengembangan karier, hingga keluhan emosional selama proses belajar.
“Mindfulness Corner ini akan digunakan oleh mahasiswa yang membutuhkan bantuan, konsultasi, pengembangan karier, hingga tekanan emosional supaya dapat berdiskusi. Harapannya ini menjadi bagian penting untuk menunjang pendidikan serta memberikan tempat yang aman dan nyaman,” ujar Prof. Widodo.
Dekan FIA UB, Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., menambahkan bahwa fasilitas ini dikembangkan sebagai langkah preventif. Mindfulness Corner juga mengintegrasikan layanan Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP).
“Jadi mahasiswa yang membutuhkan saran atas permasalahan akan ditangani langsung oleh konselor. Jika ada persoalan terkait kekerasan seksual atau perundungan, pendampingan juga disiapkan lewat ULTKSP,” ungkap Prof. Hamidah.
Untuk memaksimalkan layanan, FIA UB juga berkolaborasi dengan platform layanan kesehatan mental Riliv. Sebelumnya, kedua pihak telah menggelar pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi dosen dan tenaga kependidikan demi memperkuat barisan dukungan awal bagi mahasiswa.
Bisa Merajut hingga Melukis untuk Lepas Penat
Uniknya, Mindfulness Corner tidak hanya menawarkan ruang diskusi formal. Di ruangan ini, mahasiswa juga disediakannya sarana stress release atau media pelepas penat melalui berbagai aktivitas psikomotorik.
Koordinator Badan Konseling FIA UB, Dr. Sunarti, MAB., menyebutkan bahwa fasilitas tersebut dilengkapi peralatan untuk merajut, melukis, hingga permainan tradisional seperti dakon.
“Kami menyediakan kegiatan stress release seperti merajut, melukis, dan bermain dakon. Alat-alatnya lengkap karena aktivitas ini sangat ampuh untuk refreshing,” terangnya.
Sunarti menyebut persoalan akademik masih mendominasi keluhan mahasiswa. Pendekatan yang dilakukan konselor adalah membantu mahasiswa berpikir lebih objektif dan terhindar dari overthinking.
Langkah FIA UB ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan iklim belajar yang produktif dan sehat secara mental.mut






