Malang, Bhirawa-Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan bantuan logistik untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8). Pemberangkatan bantuan dipusatkan di Gedung Tim Emergensi dan Tanggap Bencana Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).
Koordinator Tim Respons Bencana NTT UB, Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD, K-Ger, menyampaikan bahwa pengiriman logistik ini merupakan tahap lanjutan dari misi kemanusiaan UB. Sebelumnya, tim asesmen awal telah diterjunkan ke lokasi bencana.
“Kemarin kita sudah memberangkatkan dua orang dokter dan satu orang perawat untuk melakukan asesmen cepat terkait situasi dan kebutuhan di sana. Hari ini logistiknya resmi diberangkatkan,” ujar Sri Soenarti.
Baca Juga. :BNPB Dukung Perbaikan Rumah Warga Pascagempa NTT: Rusak Sedang 30 Juta
Pada tahap kedua ini, Tim UB mengoperasikan satu unit ambulans, satu unit mobil Hilux 4×4, dan motor trail guna mempermudah mobilisasi di medan bencana. Logistik utama yang disalurkan didominasi oleh Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), diserta bantuan pendukung seperti tenda, matras, sleeping bag, sembako, makanan siap makan, dan peralatan memasak.
Bantuan tersebut difokuskan untuk menunjang pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng, rumah sakit lapangan bentukan Kementerian Kesehatan, puskesmas terdampak, hingga posko pengungsian di wilayah Kabupaten Manggarai secara jemput bola.
Di samping logistik fisik, tim juga menyiagakan donasi tunai untuk pembelian kebutuhan darurat secara langsung di lokasi terdampak. Langkah ini diambil guna mengatasi tantangan keterbatasan kapasitas angkutan kapal penyeberangan akibat tingginya arus relawan menuju NTT.
Pihaknya berharap keberadaan logistik dan armada medis ini dapat menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah yang sarana fisiknya mengalami kerusakan.
Misi kemanusiaan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas unit yang melibatkan FK UB, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB), Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, serta didukung penuh oleh pimpinan dan sivitas akademika UB. Pada tahap ketiga mendatang, UB dijadwalkan mengirimkan tambahan tenaga kesehatan dan relawan pendamping Psychological First Aid (PFA).mut






