Dr. Sri Untari Bisowarno M. AP: Menjaga Marwah NU Lewat Kemandirian Ekonomi Umat dan Independensi Organisasi

Malang, Bhirawa — Pandangan mendalam mengenai arah dan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) ke depan disampaikan oleh Penasehat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua Dewan Penasehat Dekopinwil Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP.

​Putri dari tokoh pilar Muslimat NU di Ponggok, Blitar ini menegaskan bahwa seluruh gerak langkah organisasi NU harus berlandaskan pada semangat tema resmi Muktamar, yakni “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa.”

​Dalam penjelasannya, Sri Untari menyoroti beberapa isu krusial yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi NU dalam mengarungi dinamika kebangsaan saat ini.

​Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius Sri Untari adalah pentingnya mewujudkan kemandirian ekonomi, baik di tingkat jam’iyah (struktur organisasi) maupun jama’ah (warga/umat). Isu mendasar ini dinilai harus segera diwujudkan melalui langkah-langkah riil dan berkelanjutan.

​”Kemandirian ekonomi adalah benteng utama agar NU dapat menjalankan misinya secara berdikari. Penguatan ekonomi warga berbasis pesantren, UMKM, dan koperasi harus terus dioptimalkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah,” ungkapnya.

​Selain sektor ekonomi, Sri Untari menekankan pentingnya reposisi NU sebagai pilar civil society (masyarakat sipil). Mengutip pandangan akademisi dari UIN KHAS Jember, NU diharapkan dapat menegaskan kembali posisinya sebagai kekuatan masyarakat sipil yang independen dan berwibawa.

​Dalam konteks ketatanegaraan, NU idealnya hadir sebagai mitra kritis bagi pemerintah. Kedudukan ini dinilai penting agar NU tetap memiliki daya tawar moral yang kuat, mampu menyuarakan kebenaran, serta memberikan masukan yang objektif demi kepentingan publik tanpa kehilangan jati diri utamanya.

​Diskursus mengenai hubungan NU dengan kekuasaan juga menjadi penekanan khusus. Sri Untari melihat adanya kehati-hatian yang perlu dijaga agar kedekatan dengan lingkaran kekuasaan tidak mengaburkan peran utama NU dalam menampung aspirasi masyarakat.

​Keberpihakan pada kepentingan rakyat kecil harus tetap menjadi prioritas utama. Suara umat terkait berbagai kebijakan strategis—seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga keberlanjutan Koperasi Merah Putih—harus terus dikawal agar benar-benar memberikan kemaslahatan secara adil dan merata.

​Latar belakang keluarga sebagai putri dari tokoh Muslimat NU asal Ponggok, Blitar pun kian memperkuat komitmen Sri Untari dalam memperjuangkan jam’iyah. Bagi beliau, penataan relasi dengan negara serta optimalisasi pelayanan umat menjadi agenda mendesak agar khidmah NU tetap murni demi kemaslahatan bangsa dan keutuhan NKRI.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *