Akselerasi Ekonomi Malang Raya, Deputi BI Jatim Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Sapta Rona Pesona 2026

Deputi Kepala BI Jatim Rifki Ismal

Malang, Bhirawa— Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menggelar flagship event Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 di Malang Town Square (Matos) pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026. Perhelatan ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi inklusivitas ekonomi, pengembangan UMKM, serta digitalisasi di tujuh daerah wilayah kerja KPwBI Malang.

​Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, mengapresiasi tinggi gelaran SRP 2026 tersebut. Ia menegaskan bahwa pengembangan UMKM merupakan kunci utama penggerak ekonomi daerah maupun nasional.

​”Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Sapta Rona Pesona 2026. UMKM merupakan pilar utama perekonomian yang mencakup 99 persen unit usaha di Indonesia, berkontribusi 62 persen terhadap PDB nasional, serta menyerap 97 persen tenaga kerja. Di Jawa Timur sendiri, UMKM berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDRB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Oleh karena itu, membina dan menaikkan kelas UMKM sama halnya dengan mengangkat perekonomian nasional secara keseluruhan,” tegas Rifki.

​Untuk mengakselerasi UMKM agar mampu menembus pasar global (go export), Prof. Rifki membeberkan tiga pilar strategis yang terus dijalankan Bank Indonesia:

​Korporatisasi: Mendorong UMKM rumah tangga menjadi badan usaha berbadan hukum agar memiliki kelembagaan formal serta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

​Peningkatan Kapasitas: Memperbaiki kualitas, daya saing, dan skala produksi agar produk UMKM siap bersaing di pasar internasional.

​Perluasan Akses Pembiayaan: Mendorong integrasi sektor perbankan dengan pelaku UMKM melalui business matching dan pameran untuk membuka akses permodalan.

​ Rifki menambahkan, gelaran SRP 2026 di Malang ini juga menjadi rangkaian (road to) menuju event nasional Karya Kreatif Indonesia (KKI) pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta, serta Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa pada akhir September mendatang di Surabaya.

​Sementara itu, Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan bahwa integrasi potensi dari tujuh kabupaten/kota—mulai dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, hingga Kabupaten Probolinggo—menjadi kunci utama menjaga momentum tren positif perekonomian regional.

​”Sapta Rona Pesona ini membawa pesan sinergi dari tujuh daerah yang memiliki rona dan keindahan tersendiri. Momentum pertumbuhan yang baik ini harus terus kita jaga, salah satunya lewat akselerasi kanal pembayaran digital seperti QRIS untuk membantu UMKM melesat lebih jauh,” ujar Indra Kuspriyadi.

​Indra mengungkapkan, salah satu indikator penguatan ekonomi digital terlihat dari lonjakan volume transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Malang yang mencapai 166 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

​”Melalui tagline baru kami, WARM (Warna, Rasa, Makna), Bank Indonesia hadir untuk memberikan warna dalam dinamika ekonomi, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan memberikan makna nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *