Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP.,
Kota Malang, Bhirawa
Universitas Brawijaya (UB) bergerak cepat merespons kebijakan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti) terkait pengalihan pola perkuliahan guna menghadapi potensi krisis energi global. Melalui Surat Edaran Rektor, kampus biru tersebut resmi menerapkan skema pembelajaran hybrid yang mulai berlaku efektif pekan ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan langkah proaktif institusi dalam menyikapi eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada stabilitas energi nasional. Kendati demikian, UB tetap memprioritaskan kualitas akademik agar tidak terjadi penurunan capaian pembelajaran atau learning loss.
”Rektor telah menindaklanjuti arahan Mendikti dengan menerbitkan surat edaran penyesuaian pola kerja dan pembelajaran. Kami mengombinasikan kegiatan luring untuk aktivitas yang krusial dan daring untuk kegiatan yang lebih fleksibel,” ujar Prof. Imam saat ditemui awak media, Kamis (9/4).
Dalam skema baru ini, kegiatan tatap muka (luring) diprioritaskan bagi mahasiswa semester satu hingga empat. Hal ini dikarenakan fase tersebut merupakan masa peletakan fondasi keilmuan yang membutuhkan bimbingan intensif serta interaksi langsung dengan dosen. Selain itu, kegiatan praktikum, studio, dan penelitian laboratorium tetap diwajibkan luring bagi seluruh angkatan.
Sementara itu, mahasiswa semester lima ke atas serta kegiatan akademik seperti seminar dan bimbingan diarahkan untuk dilaksanakan secara daring. Prof. Imam menegaskan bahwa kewenangan detail mengenai mata kuliah yang didaringkan diserahkan kepada masing-masing fakultas.
”Setiap program studi memiliki karakteristik berbeda. Dekan memiliki kewenangan untuk mengatur mata kuliah mana yang harus tetap luring karena membutuhkan intensitas interaksi tinggi,” imbuhnya.
Tak hanya sektor akademik, penyesuaian juga menyasar ranah administratif. Rapat-rapat koordinasi antar-staf maupun dosen diimbau dilakukan secara virtual. UB juga melakukan efisiensi ketat terhadap perjalanan dinas, baik dalam maupun luar negeri. Bahkan, saat ini Sekretaris Universitas tengah merumuskan kebijakan Car Free Day di lingkungan kampus untuk menekan konsumsi energi.
Kebijakan yang tertuang dalam SE Rektor Nomor 01096/DST/UN10/B/TU/2026 ini akan dievaluasi secara berkala. UB berkomitmen untuk terus memantau efektivitas pola hybrid ini setiap bulan, sembari menunggu kondisi energi dan harga BBM nasional kembali stabil.
”Harapannya, seluruh elemen kampus dapat beradaptasi dengan baik. Kami tetap menjamin media pembelajaran saja yang berubah, namun capaian kompetensi lulusan tidak akan berkurang,” pungkas mantan Dekan FTP UB tersebut. mut











