Atasi Anemia Tanpa Mual, Dosen UMM Luncurkan Suplemen Alami Berbasis Mawar dan Bayam Merah

Prof Dr Ir Elfi Anis Saati MP, bersama timnya memamerkan produk hasil penelitiannya di area MCEBI

Kota Malang, Bhirawa

Masalah anemia atau kurang darah hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan yang cukup besar di tengah masyarakat. Sayangnya, intervensi medis seperti konsumsi tablet penambah darah sering kali terhambat akibat rasa atau aroma obat yang memicu rasa mual dan enek pada pasien.

​Menjawab tantangan tersebut, akademisi sekaligus peneliti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.P., menghadirkan inovasi mutakhir berupa Paket Suplemen Anemia formulasi khusus berbasis bahan alam.

​Inovasi produk pangan fungsional penambah hemoglobin (Hb) ini dipamerkan langsung di sela-sela pembukaan Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) yang digelar di Hall GKB IV UMM.

​Menurut Prof. Elfi Anis, dalam mengatasi masalah kekurangan gizi, pendekatan yang digunakan tidak boleh hanya berfokus pada kandungan nutrisi fisik semata. Lebih dari itu, inovasi pangan harus menyentuh aspek psikologis konsumen agar memberikan dampak yang optimal.

​”Sekarang itu gizi harus holistik. Tidak hanya kandungan gizinya untuk memenuhi kebutuhan tubuh, tetapi hormonnya harus berbahagia. Harus menyenangkan dalam mengonsumsi,” ujar Prof. Elfi yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Pangan, Produk Halal, dan Mitigasi Bencana (PSP3Halal) UMM ini.

​Formula suplemen buatannya sengaja dirancang agar ramah dan nyaman di lidah serta lambung. Dengan begitu, masyarakat—khususnya penderita anemia—dapat mengonsumsinya secara rutin tanpa perlu khawatir merasa mual atau enek seperti yang sering dikeluhkan pada suplemen konvensional.

​Paket penambah Hb ini dikemas secara praktis dan terdiri dari beberapa varian produk yang saling mendukung. Di antaranya adalah Tablet Kombinasi Bunga Mawar dan Bayam Merah yang memanfaatkan pigmen mawar dan zat besi tinggi dari bayam merah untuk memicu peningkatan kadar Hb secara efektif. Selain itu, ada pula Kapsul Herbal sebagai asupan pendamping praktis, serta Minuman Herbal Khusus beraroma segar untuk menetralisir rasa enek.

​Selain paket suplemen anemia, meja pameran riset di Hall GKB IV tersebut juga diramaikan oleh sejumlah produk pangan fungsional unggulan lainnya berbasis kekayaan lokal.

​Tampak dipamerkan olahan berbasis bunga mawar yang disulap menjadi minuman segar dan minuman herbal hangat kombinasi jahe. Ada pula Beras Analog (Beras Balita Sehat) tinggi protein dan kalsium dari formulasi jagung, mocaf (tepung singkong termodifikasi), serta ekstrak sayuran.

​Tak ketinggalan, Kopi Rempah fungsional hasil kolaborasi riset dengan mitra UMKM asal Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, serta Buku Riset KB Pria berbasis Daun Beluntas karya rekan sejawatnya, Prof. Eka dari Program Studi Biologi UMM.

​Melalui momentum peluncuran pusat inkubasi bisnis PTMA ini, Prof. Elfi Anis berharap produk pangan fungsional berbasis kearifan lokal ini dapat segera dihilirisasi sehingga lebih mudah diakses oleh masyarakat luas, sekaligus menjadi solusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan nasional. mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *