Bawa Isu Toleransi, Film ‘Rindu’ Karya Alumni UNITRI Raih Juara 2 Festival Film Santri Nasional 2026

Malang, Bhirawa — Karya sinema alumni Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Tribhuwara Tunggadewi (UNITRI) Malang, sukses mengukir prestasi di tingkat nasional. Film pendek berjudul ‘Rindu’ produksi tim ORBITRA Creative berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Festival Film Santri Nasional 2026.

​Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Pesantren Fest berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU). Atas pencapaian ini, tim ORBITRA Creative berhak memboyong piala penghargaan, trofi, sertifikat, serta uang tunai sebesar Rp2 juta.

Mengangkat Isu Toleransi dari Kehidupan Sehari-hari

​Film Rindu mengusung tema toleransi antarumat beragama yang diangkat dari pengalaman sosial sehari-hari. Berawal dari kegelisahan sang sutradara, Andi Kurniawan Saputra, cerita ini menyoroti praktik toleransi yang acapkali hanya berhenti pada ucapan tanpa tindakan nyata.

​Inspirasi cerita juga digali dari pengalaman pribadi sutradara saat tinggal dalam satu indekos bersama rekan yang berbeda keyakinan. Melalui pendekatan tersebut, film ini ingin menegaskan bahwa toleransi membutuhkan aksi nyata dalam dinamika bermasyarakat.

Bincang bersama kru dan tim sebelum menyaksikan film karya mahasiswa Unitri

Bincang santai bersama sebelum menyaksikan film karya mahasiswa Unitri (ist)

​”Tuhan sudah memberikan cara untuk bertoleransi. Tugas kita hanya merealisasikannya untuk saling bertoleransi antarumat beragama,” ujar Febrian Maulana, produser film sekaligus alumni UNITRI dan Pesantren Darunna’im Pontianak.

Berawal dari Karya Portofolio Pascasidang

​Pencapaia ini terbilang istimewa karena film Rindu tidak dirancang sebagai tugas akhir, melainkan bentuk selebrasi dan portofolio usai para anggota tim menyelesaikan sidang skripsi.

​Tim produksi yang dibidani oleh tiga sosok utama: Andi Kurniawan Saputra: Sutradara, Penulis Naskah, & Editor, Febrian Maulana: Produser & Gaffer, ​Adam Pramudian: Kamerawan.

​Adapun jajaran pemeran dipercayakan kepada Fathur Rahman, Thomas Asduan Alfandy Shinky Oby, dan Anjelita Sepdiana Delvista Billy.

​Meski diproduksi dalam waktu singkat, komunikasi yang lugas menjadi kunci utama kesuksesan tim. Febrian mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama proses produksi bukanlah pada aspek teknis atau perangkat, melainkan pengelolaan ego antaranggota.

​”Kami dalam tim terbiasa dengan komunikasi to the point. Tantangan terbesarnya justru bagaimana membuang ego masing-masing untuk tujuan bersama,” tambahnya.

Menginspirasi Civitas Academica UNITRI

​Keberhasilan film Rindu turut diapresiasi oleh pihak kampus. Pada Kamis (3/9), Laboratorium Ilmu Komunikasi UNITRI menggelar acara nonton bareng dan diskusi yang mempertemukan tim produksi dengan para mahasiswa serta dosen.

​Febrian, yang baru saja dikukuhkan pada Wisuda UNITRI Periode ke-52 Agustus 2026 lalu, memberikan pesan motivasi bagi para mahasiswanya agar tidak ragu bersaing di kancah nasional.

​”Buang rasa minder itu. Kita hanya beda bangunan, bukan beda kapasitas kreatifnya,” tegas Febrian.

​Pihak Program Studi Ilmu Komunikasi UNITRI berharap torehan prestasi ini dapat memacu semangat mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mengangkat isu-isu substantif, dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi kreatif tingkat nasional.mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *