Jakarta, Bhirawa – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menegaskan urgensi Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sebagai fondasi keberlanjutan agenda pembangunan nasional. Sosok yang akrab disapa Ning Lia ini menilai, arah strategis bangsa tidak boleh terputus atau kembali ke titik awal setiap kali terjadi suksesi kepemimpinan negara.
Penegasan tersebut ia sampaikan saat agenda Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Probolinggo. Ning Lia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melek terhadap isu ketatanegaraan agar proses pembangunan jangka panjang dapat terus dikawal secara konsisten.
”Jangan sampai ketika berganti presiden, pembangunan yang sudah dirancang kemudian tidak dilanjutkan. Di situlah pentingnya PPHN,” ujar peraih suara perempuan non-petahana tertinggi nasional pada Pemilu 2024 tersebut.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, penguatan SDM, ketahanan pangan, hingga transformasi ekonomi membutuhkan kesinambungan lintas masa jabatan. Hal ini bertujuan agar investasi dan regulasi yang telah berjalan tidak mubazir akibat pergantian rezim.
Ning Lia menerangkan, sistem perencanaan saat ini memang telah dipayungi UU Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJPN 2025–2045 dan Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Namun, keberadaan PPHN di MPR RI diproyeksikan memberi panduan moral-konstitusional yang lebih ajeg berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Tantangan utama PPHN, lanjutnya, adalah menjaga titik temu yang proporsional antara haluan strategis yang berkelanjutan dengan mandat visi-misi presiden baru terpilih melalui pemilu.
”Pembangunan jangka panjang dirancang hari ini bukan semata untuk pemangku jabatan saat ini, melainkan demi generasi mendatang yang akan menerima dampaknya,” pungkas tokoh muda Fatayat NU Jatim tersebut sembari mendorong Gen Z lebih proaktif bersuara dalam kebijakan publik.mut












