Malang, Bhirawa-Pengusaha kopi Robusta asal Kota Batu didorong untuk tidak terlalu bergantung pada dukungan pemerintah maupun mitra dalam mengembangkan usahanya. Pelaku bisnis justru diminta memperkuat kemandirian serta fokus meningkatkan kapasitas dan kualitas produk untuk menembus pasar ekspor.
Pesan tegas tersebut disampaikan tokoh nasional, Dahlan Iskan, saat hadir dalam forum pengembangan Malang Raya Megapolitan di Kota Malang, Kamis 10/9.
Pernyataan Dahlan mencuat merespons salah satu peserta forum yang memaparkan rencana pengembangan komoditas kopi Robusta di wilayah Jagung, Kota Batu. Peserta tersebut menyampaikan harapannya untuk memperoleh bantuan sarana produksi, seperti bibit dan pupuk melalui pola kemitraan, agar produknya kelak dapat menembus pasar internasional.
Menanggapi hal itu, Dahlan mengingatkan agar para pelaku usaha tidak menjadikan pihak lain atau pemerintah sebagai tumpuan utama dalam menggerakkan roda bisnis. Menurutnya, kemitraan memang memiliki peran pendukung, tetapi motor penggerak utama tetap berada di tangan pengusaha itu sendiri.
“Kalau punya perasaan bersandar kepada orang lain, sementara yang disandari itu ternyata tidak merasa kalau dia itu disandari, namanya bertepuk sebelah tangan,” ujar Dahlan.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir wirausaha yang mandiri dan bertanggung jawab penuh atas keberlangsungan bisnis tanpa menggantungkan nasib pada pihak luar.
“Mohon bekerja sebagai pengusaha, berjanji tidak akan lagi berharap kepada siapa pun kecuali kepada dirinya sendiri,” tegasnya di hadapan para peserta forum.
Waspadai Risiko Ekspor
Selain masalah kemandirian, Dahlan juga menyoroti tingginya risiko serta ketatnya regulasi dalam perdagangan internasional. Menurut mantan Menteri BUMN tersebut, keputusan menembus pasar ekspor harus dibarengi dengan kesiapan manajemen, ketelitian administrasi, dan konsistensi mutu produk.
Persyaratan pasar global jauh lebih rumit ketimbang pasar domestik. Kesalahan teknis dalam berkas ekspor maupun ketidaksesuaian standar barang bisa berakibat fatal bagi finansial perusahaan.
“Ekspor itu salah menaruh koma, salah menaruh titik, itu bisa berbahaya. Apalagi bicara standar produk. Kalau standar tidak terpenuhi, barang bisa langsung dikembalikan dan pengusaha bisa langsung bangkrut,” katanya memperingatkan.
Meski penuh tantangan, Dahlan memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku UMKM yang telah berhasil mengirimkan produk lokalnya ke mancanegara. Ia menilai pengusaha yang sukses melenggang ke pasar global merupakan penggerak utama ekonomi daerah.
“Kalau sudah bisa ekspor, di mata saya Ibu adalah pahlawan ekonomi. Sudah, tidak usah memikirkan pemerintah atau siapa pun. Fokus saja bagaimana ekspornya bisa naik terus,” tuturnya.
Potensi kopi Robusta asal Kota Batu sendiri menjadi salah satu komoditas unggulan yang terus didorong dalam konsep pengembangan ekonomi terpadu Malang Raya. Selain peningkatan volume produksi, tantangan terbesar pelaku usaha setempat saat ini meliputi pengelolaan pascapanen, kepastian pasokan, serta pemenuhan standar mutu internasional.mut












