Kota Malang, Bhirawa — Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke Kota Malang untuk mendorong penguatan serta pengembangan industri obat bahan alam, jamu tradisional, hingga penggunaan fitofarmaka di fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat, Selasa 8/9.
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.A.P., menegaskan bahwa upaya pengembangan tanaman obat bahan alam memerlukan komitmen penuh dan sinergi dari pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, Kota Malang memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri dan pengolahan herbal.
“Kota Malang bisa menjadi pusat industri obat bahan alam, seperti mendirikan pabrik atau fasilitas pengolahan. Ini adalah bagian dari cara kita mendasari tata kelola pemerintahan ke depan agar memiliki misi menyehatkan masyarakat secara mudah, murah, dan memberdayakan seluruh entitas, mulai dari petani, UMKM, hingga apoteker,” terang Sri Untari.
Pihaknya juga mengusulkan agar Dinas Kesehatan Kota Malang menyiapkan salah satu Puskesmas sebagai percontohan (pilot project) yang memiliki layanan khusus pojok obat bahan alam, herbal, hingga terapi tradisional terintegrasi seperti bekam dan akupunktur. Jika program percontohan ini berhasil, layanan serupa dapat direplikasi di Puskesmas lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang, dr.H.Husnul Muarif, menyambut positif arahan serta masukan dari Komisi E DPRD Jatim. Pihaknya menyatakan kesiapan untuk mengolaborasikan dinas-dinas terkait guna memetakan potensi 16 Puskesmas di Kota Malang.
“Dulu kita punya Puskesmas Cisadea yang unggul dalam pengelolaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Nanti akan kita petakan kembali 16 Puskesmas sesuai karakter wilayahnya untuk dihubungkan dalam pengembangan tanaman bahan alam, termasuk menerapkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB),” jelas dr. Husnul.
Dia menambahkan bahwa beberapa jenis fitofarmaka telah dimanfaatkan oleh kalangan medis sebagai terapi penunjang imunitas dan pemulihan pascaoperasi. Ke depan, Dinkes Kota Malang berencana mengumpulkan para dokter Puskesmas untuk memperkenalkan obat bahan alam yang sudah masuk dalam formularium agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat.mut






