Malang, Bhirawa — Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang untuk memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat. Tidak hanya sekadar memberikan pendidikan akademis, perguruan tinggi diminta menggerakkan roda perekonomian daerah melalui hilirisasi riset dan penyediaan program beasiswa.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., mengapresiasi langkah strategis penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemkot Malang dengan 44 PTS se-Kota Malang yang berlangsung di Balai Kota Malang, Rabu (19/8).
”Ini adalah bukti nyata dan karya pemikiran strategis dari Wali Kota Malang dalam mewujudkan Malang Pintar melalui potensi PTS. Kontribusi kampus tidak boleh berhenti pada pengajaran semata, melainkan harus memberi dampak ekonomi dan kesejahteraan jika dikelola terintegrasi lewat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Prof. Dyah Sawitri.
Baca Juga : Pemkot Diminta Siapkan APBD untuk Keberlanjutan Feeder Trans Jatim
Dyah menekankan pentingnya hilirisasi karya ilmiah dan riset akademis yang dihasilkan para peneliti kampus agar dapat diubah menjadi produk inovasi bernilai tambah bagi perekonomian lokal.
”Dari sisi penelitian, kita dorong agar tidak berhenti pada karya ilmiah di atas kertas saja, tetapi harus dihilirkan menjadi produk inovatif. Harapannya, produk-produk hasil riset ini bisa menjadi ladang emas untuk meningkatkan welfare (kesejahteraan) masyarakat Kota Malang,” terangnya.
Selain hilirisasi riset, LLDIKTI Wilayah VII Jatim juga mendorong skema kepedulian sosial kampus melalui penyediaan beasiswa mandiri bagi warga lokal, melengkapi program KIP-Kuliah dari pemerintah pusat yang saat ini telah menyasar lebih dari 2.000 mahasiswa di Kota Malang.
”Kami berharap setiap perguruan tinggi bisa berkontribusi memberikan beasiswa, misalnya 1 sampai 20 penerima sesuai kapasitas masing-masing. Jika ini dihimpun dari seluruh kampus, manfaatnya sangat besar sebagai investasi jangka panjang mencetak SDM unggul,” pungkasnya. mut












