Malang, Bhirawa — Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai guna. Hal tersebut diperkenalkan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Upaya Minimalisir Pencemaran Air di Desa Pajaran, Kabupaten Malang, belum lama ini.
Kegiatan yang menggandeng Ibu-ibu PKK Desa Pajaran sebagai mitra ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Melalui program ini, minyak bekas goreng tidak langsung dibuang ke lingkungan, melainkan diubah menjadi produk bernilai tambah.
Program pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Teknik Kimia Polinema yang terdiri atas Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Windi Zamrudy, B.TECH., M.Pd., Lintang Alivia Anggerta, S.T., M.T., Dr. Heny Dewajani, S.T., M.T., Ria Lusiyani, S.Pd., M.A., dan Dr. Eng. Haris Puspito Buwono, S.T., M.T.
Melalui kegiatan ini, tim dosen menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang mudah diadaptasi oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelatihan diberikan secara bertahap, dimulai dari pengenalan karakteristik minyak jelantah, dampak pembuangannya terhadap pencemaran air, hingga tata cara pemanfaatannya sebagai bahan baku lilin.
Usai pemaparan teori, para peserta diajak melakukan praktik langsung. Ibu-ibu PKK Desa Pajaran dipandu melalui setiap tahapan—mulai dari persiapan dan pengolahan awal minyak jelantah, pencampuran bahan pendukung, penambahan pewangi, hingga proses pencetakan hingga menghasilkan produk lilin aromaterapi yang siap pakai.
Ketua Tim PKM, Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis bagi warga dalam mengelola limbah dapur.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan alternatif pemanfaatan minyak jelantah yang sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat. Minyak jelantah tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan minyak jelantah tidak sekadar berdampak positif bagi pelestarian lingkungan, tetapi juga menyimpan potensi kreativitas dan ekonomi bagi warga. Berbekal keterampilan yang diperoleh dari bimtek ini, masyarakat diharapkan mampu memproduksi lilin secara mandiri.
Manfaat nyata dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh peserta melalui peningkatan wawasan dan keahlian. Selain efektif mengurangi potensi pencemaran air, pengolahan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi ini membuka peluang wirausaha baru.
Tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polinema berharap inisiatif ini menjadi langkah awal bagi warga Desa Pajaran dalam menerapkan pengelolaan minyak jelantah yang berkelanjutan. Ke depan, lilin aromaterapi ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan desa yang mampu mendongkrak kreativitas serta perekonomian lokal.mut






