Mojokerto, BBhirawa-Dr Sri Untari Bisowarno M AP menyoroti 60 persen lulusan SMA/SMK yang belum terpetakan. Sri Untari yang juga Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ia melakukan kunjungan ke SMKN 2 Kabupaten Mojokerto, Selain memastikan kelancaran penerimaan siswa, kunker ini difokuskan pada pemetaan arah dan keberlanjutan lulusan tingkat SMA/SMK di wilayah Mojokerto.
Ia menyampaikan bahwa proses SPMB di Kabupaten maupun Kota Mojokerto pada tahun ajaran ini berjalan lancar tanpa menyisakan kuota kosong.
”Alhamdulillah, pelaksanaan SPMB di Mojokerto berjalan baik. Tidak ada bangku kosong, artinya seluruh daya tampung sekolah telah terpenuhi,” ujar Sri Untari di sela-sela kunker di SMKN 2 Kabupaten Mojokerto.
Meski demikian, politisi PDI Perjuangan tersebut menegaskan adanya persoalan krusial pascapendidikan yang membutuhkan penanganan serius, yakni penyerapan tenaga kerja dan keberlanjutan studi para lulusan.
Berdasarkan data yang dipaparkan, dari sekitar 9.000 lulusan SMA/SMK di Mojokerto: 5 Persen: Melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).22 Persen: Terserap di dunia kerja (lokal maupun luar daerah). 60 Persen: Belum terdata secara pasti statusnya.
”Yang menjadi perhatian dan PR kita bersama adalah sekitar 60 persen lulusan yang statusnya belum terdata secara pasti, apakah sudah bekerja atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi swasta,” tegas Sri Untari.
Guna menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari lulusan pendidikan menengah, Komisi E DPRD Jatim bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jatim berkomitmen melakukan pemetaan menyeluruh di berbagai daerah. Data tersebut nantinya akan dijadikan pijakan dalam menyusun kebijakan pendidikan dan ketenagakerjaan yang lebih tepat sasaran.
Sebagai langkah konkret, DPRD Jatim mendorong beberapa strategi kunci:
Penguatan Sinergi Industri: Meningkatkan kerja sama antara pihak sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sesuai kompetensi siswa.
Penyelenggaraan Job Fair: Berkolaborasi secara intensif dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk menggelar bursa kerja berkala.
Pembekalan Kewirausahaan: Memberikan pelatihan mandiri agar para lulusan memiliki alternatif karier selain menjadi pencari kerja.
Baca Juga : Dr. Sri Untari Serukan Pelestarian Prasasti Sangguran, Warisan Leluhur Malang Raya
”Kita ingin lulusan SMA dan SMK di Jawa Timur memiliki banyak pilihan, baik melanjutkan pendidikan, bekerja di industri, maupun menjadi wirausaha. Dengan begitu angka pengangguran dapat ditekan dan kualitas SDM Jawa Timur semakin meningkat,” imbuh Sri Untari.
Menanggapi evaluasi tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, Pinky Hidayati, menyambut positif perhatian dari pihak legislatif. Menurutnya, masukan dari Komisi E sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek penerimaan siswa tetapi juga pembinaan pascalulus.
Kegiatan evaluasi ini turut dihadiri oleh jajaran kepala SMA/SMK negeri dan swasta se-Kabupaten dan Kota Mojokerto beserta seluruh anggota Komisi E DPRD Jatim. Melalui sinergi ini, kualitas pendidikan diharapkan dapat diukur dari keberhasilan lulusan dalam melanjutkan studi, terserap di dunia kerja, hingga membuka lapangan usaha mandiri.mut



