Surabaya, Bhirawa– Ketua Komisi E DPRD Jatim Dr Sri Untari Bisowarno M AP, menegaskan bahwa penguatan Posyandu menjadi kunci Beban Fasilitas kesehan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sri Untari, menyikapi perubahan regulasi yang menempatkan Posyandu sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) membawa dinamika serta tantangan baru di lapangan.
“Posyandu kini tak lagi sekadar melayani sektor kesehatan dasar, melainkan berkembang menjadi wadah pelayanan lintas sektor yang menuntut peningkatan kapasitas para kadernya,”ujar Sri Untari, usai mengikuti Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Apresiasi serta Jambore Posyandu di Taman Candra Wilwatikta, Pasuruan 6/8 kemarin.
Sri Untari menegaskan bahwa perubahan status ini secara langsung memperluas tanggung jawab dan beban kerja para kader Posyandu di tingkat tapak.
”Dengan berubahnya Posyandu menjadi LKD, tugas kader menjadi sangat berat. Mereka tidak hanya dituntut menguasai bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kompetensi multi-sektoral yang melibatkan dinas-dinas lain, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Pekerjaan Umum dan Cipta Karya,” ujar Untari.
Untari menjelaskan, tantangan akibat regulasi baru ini membutuhkan dukungan penuh (support system) dari berbagai pihak. Penguatan Posyandu sangat penting agar fungsi utama lembaga ini dalam melakukan promosi kesehatan (promkes) dan tindakan pencegahan (preventif) dapat berjalan optimal.
”Kita harus memberikan dukungan penuh agar Posyandu mampu mewujudkan masyarakat yang sehat melalui pendekatan promotif dan preventif. Jika promosi kesehatan ini kuat dan berdaya, masyarakat akan jauh lebih sadar kesehatan sehingga angka kesakitan bisa ditekan,” jelasnya.
Lebih lanjut, wanita yang juga Ketua Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) itu, menambahkan bahwa penguatan promosi kesehatan di tingkat Posyandu juga berdampak langsung pada efisiensi layanan kesehatan secara keseluruhan.
”Layanan di Puskesmas dan Rumah Sakit itu sifatnya kuratif atau pengobatan. Jika promosi kesehatan di Posyandu berjalan maksimal, maka beban pelayanan kuratif di fasilitas kesehatan dapat berkurang secara signifikan,” pungkasnya.mut






