Malang, Bhirawa-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) mengalokasikan bantuan keringanan biaya pendidikan senilai Rp1,758 miliar bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen fakultas untuk memastikan keterbatasan finansial tidak menjadi penghalang mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kebijakan tersebut disiapkan agar seluruh mahasiswa baru memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan studi tanpa terkendala masalah biaya.
”Kebijakan ini diberikan agar tidak ada mahasiswa FISIP yang berhenti kuliah hanya karena faktor biaya. Kami ingin memastikan mahasiswa memiliki kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensinya secara optimal,” ujar Ahmad Imron Rozuli.
Baca Juga: Mahasiswa KKN FBiPK UB Ajak Siswa SDN 01 Punten Batu Peduli Air Lewat Pahlawan Air Cilik
Menurut Ahmad Imron, perguruan tinggi tidak sekadar mengawal proses akademik di kelas, melainkan juga bertanggung jawab menjaga keberlanjutan masa depan studi mahasiswa.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan dan Sumber Daya FISIP UB, Dr. Muhammad Lukman Hakim, S.IP., M.Si., merinci total alokasi anggaran keringanan biaya pendidikan mencapai Rp1.758.915.000. Dana bantuan tersebut didistribusikan melalui skema pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) maupun Iuran Pengembangan Institusi (IPI) sesuai dengan kriteria penetapan.
”Bantuan ini disalurkan untuk tiga jenjang studi, dengan porsi terbesar dialokasikan ke Program Sarjana (S1) sebesar Rp1.657.040.000 atau sekitar 94,2 persen dari total anggaran. Sedangkan untuk Program Magister (S2) disiapkan Rp31.500.000 dan Program Doktor (S3) sebesar Rp70.375.000,” jelas Lukman.
Untuk jenjang S1, rincian alokasi keringanan terdistribusi ke beberapa program studi. Prodi Psikologi menerima alokasi terbesar yakni Rp444,55 juta, disusul Hubungan Internasional Rp330,44 juta, dan Ilmu Komunikasi Rp328,19 juta. Selanjutnya Prodi Ilmu Politik memperoleh Rp200,66 juta, Sosiologi Rp191,88 juta, serta Ilmu Pemerintahan Rp161,32 juta.
Di tingkat Magister (S2), bantuan dialokasikan untuk Magister Ilmu Komunikasi sebesar Rp20 juta dan Magister Sains Psikologi Rp11,5 juta. Adapun pada jenjang Doktor (S3), dukungan diberikan kepada Doktoral Ilmu Komunikasi Rp64,125 juta dan Doktoral Ilmu Sosiologi Rp6,25 juta.
Lukman menambahkan, dengan total daya tampung mahasiswa baru jenjang sarjana FISIP UB yang mencapai sekitar 1.380 orang pada tahun akademik ini, pengelolaan sumber daya pembiayaan yang tepat sasaran menjadi fokus utama demi terciptanya iklim pendidikan kampus yang inklusif.mut






