Kota Malang, Bhirawa – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung meriah. Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, UMM menghadirkan rangkaian acara unik yang memadukan kreativitas, keseruan, kebersamaan, hingga kepedulian lingkungan melalui puluhan perlombaan, Parade Mobil Merdeka, jalan sehat go green, donor darah, serta parade kostum.
Rangkaian acara diawali dengan kick-off Parade Mobil Merdeka pada 3 Agustus 2026. Ajang yang baru pertama kali diadakan ini menampilkan pertunjukan marching band dan iring-iringan mobil ber-pengeras suara yang mengelilingi area kampus untuk mengumumkan perayaan. Konsep ini sengaja dihadirkan guna membawa kembali kenangan nuansa kemerdekaan tempo dulu dalam kemasan yang lebih segar.
Ketua Panitia Semarak Kemerdekaan UMM, Shobbah Sabilil Muttaqien, ST, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini menerapkan konsep avant-garde, yakni mengharmonisasikan tradisi masa lalu dengan inovasi masa depan.
”Konsep kita avant-garde, mengharmonisasi tradisi yang dulu dengan inovasi untuk future. Jadi ada lomba dan acara yang jadul, tetapi ada juga yang mengikuti teknologi,” ujar Shobbah.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Global, UMM Ekspansi Kolaborasi Pendidikan dengan Konjen A
Kemeriahan tersebut melibatkan seluruh elemen kampus, mulai dari dosen, karyawan, unit bisnis, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di lingkungan UMM, hingga mahasiswa baru angkatan 2026.
Beragam permainan khas Agustusan pun dimodifikasi secara kreatif. Lomba cokot koin diubah menjadi cokot biskuit, sedangkan panjat pinang diganti dengan panjat pohon pisang. Selain perlombaan fisik, UMM juga memfasilitasi minat digital civitas akademika melalui kompetisi e-football, daily vlog, hingga pembuatan video berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
”Jadi kita menggabungkan tradisi dahulu, kondisi sekarang, sekaligus melakukan modifikasi. Inovasinya di situ,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada hiburan, UMM juga menggelar aksi sosial donor darah sebagai wujud kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Menurut Shobbah, agenda ini dirancang untuk mempererat silaturahmi, memupuk jiwa kebangsaan, serta menjaga nilai-nilai religi demi memperkokoh persatuan seluruh warga UMM.
Apresiasi positif datang dari peserta kegiatan, Alban Hogantara. Mahasiswa UMM ini mengaku terkesan dengan variasi kegiatan yang disajikan panitia karena mampu menghidupkan suasana kampus dan mempererat kebersamaan.
”Senang bisa ikut meramaikan. Kegiatannya banyak dan seru. Jadi bukan hanya lomba, tetapi juga bisa kumpul dan berinteraksi dengan teman-teman serta warga UMM lainnya,” tuturnya.mut






