Malang, Bhirawa — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus menggenjot tingkat literasi dan inklusi keuangan di wilayah kerjanya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengolaborasikan edukasi pengelolaan keuangan dengan program “Satu Rekening Satu Pelajar” yang melibatkan ekosistem sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga wali murid.
Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menjelaskan bahwa pendekatan ini dilakukan secara terpadu guna memberikan pemahaman menyeluruh mengenai lembaga keuangan formal sekaligus membentengi masyarakat dari ancaman kejahatan finansial.
”Kita gabungkan program ini. Seperti di Kabupaten Malang kemarin, kita mengumpulkan perwakilan guru sekitar 500 orang lebih. Konsepnya mendukung program Satu Rekening Satu Pelajar, sekaligus memberikan edukasi kepada guru dan wali murid,” ujar Farid.
Dalam pelaksanaannya, OJK Malang menggandeng sejumlah pihak perbankan, di antaranya Bank Jatim, BCA, Bank Mandiri, dan BRI. Bank-bank tersebut turut berkontribusi memberikan fasilitas pembukaan rekening gratis bagi para pelajar.
”Ada bank yang memberikan pembukaan rekening gratis untuk 1.000 siswa, bahkan ada yang lebih. Sementara dari sisi guru dan wali murid, kita berikan edukasi terkait pencegahan investasi bodong, penipuan online, serta cara pengelolaan keuangan yang baik,” jelasnya.
Selain melalui kegiatan tatap muka, upaya peningkatan literasi keuangan di kalangan pelajar juga didukung oleh ketersediaan buku panduan edukasi keuangan untuk jenjang SD hingga SMP yang telah disebarkan ke sekolah-sekolah. Integrasi materi kelembagaan dan produk keuangan ini diharapkan dapat membentuk karakter disiplin finansial sejak dini.
”Kami berharap masyarakat sejak anak-anak sudah mengenali produk-produk lembaga keuangan. Sehingga ketika tumbuh dewasa atau menjadi mahasiswa, mereka sudah paham cara mengelola keuangan dan tidak mudah tergiur penawaran investasi ilegal,” pungkas Farid.mut









