Kupang, Bhirawa – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Timur mengunggah imbauan kepada masyarakat pasca-gempa magnitudo 7,7 di Pulau Flores, NTT.
Menurut BMKG, gempa skala besar tersebut sempat melanda Flores pada Sabtu (15/8) pagi pukul 5.58 WITA alias 4.58 WIB dengan kedalaman 15 kilometer.
Gempa tersebut muncul simultan setelah pada titik lain terdapat gempa M7,0 dengan kedalaman 10 km.
Korban Gempa NTT 15 Agustus 2026
Hingga saat ini, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPD) terdapat 38 korban jiwa, 2 korban luka berat, 11 luka ringan.
Selain itu, ada sekitar 2.000 jiwa korban mengungsi secara mandiri.
Imbauan BPBD NTT kepada Warganet
Selama penanggulangan bencana gempa bumi ini, BPBD NTT juga mengimbau kepada masyarakat di media sosial (warganet) untuk mengirim doa dan menjaga sikap.
“Rekan-rekan sekalian, di saat saudara-saudara kita sedang menghadapi musibah gempa bumi, mari bersama-sama menunjukkan kepedulian dengan menyebarkan informasi yang benar, positif, dan bermanfaat,” tulis laman resmi BPBD NTT, Sabtu (15/8) siang.
“Hindari membagikan atau meneruskan foto atau video yang memperlihatkan kondisi, kepanikan, dan identitas korban tanpa izin,” imbuh BPBD NTT.
“Menjaga privasi dan martabat korban adalah bentuk empati kita,” tegas badan yang berkantor di Kupang.
Tiga Bentuk Larangan di Medsos dalam Duka Pascagempa
Menurut BPBD NTT ada tiga larangan untuk membagikan situasi pascagempa NTT 15 Agustus 2026.
Pertama, kondisi fisik korban luka berat atau meninggal dunia.
Kedua, kepanikan dan trauma anak-anak di lokasi bencana.
Ketiga, identitas korban tanpa izin dari pihak berwenang atau keluarga.
Surat Belasungkawa Kepala BNPB kepada NTT
Gempa bumi NTT turut menyita perhatian Kepala BNPB, Suharyanto pada Sabtu (15/8) pagi.
“Saya dan seluruh keluarga besar BNPB menyampaikan turut berduka kepada seluruh masyarakat NTT dan sekitarnya yang terdampak guncangan gempa bumi bermagnitudo 7,7 serta mengakibatkan rumah masyarakat dan beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan,” tulis Suharyanto pada laman resminya.(DS)






